Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Suasana bekas lokasi tumpukan sampah di Pasar Beringharjo Timur, Senin (22/4). Sampah yang telah menumpuk selama seminggu itu telah diangkut menggunakan 3 armada truk - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, GONDOMANAN—Ramai di sosial media sebuah video yang memperlihatkan tumpukan sampah di Pasar Beringharjo, Senin (22/4/2024).
Pada unggahan tersebut tampak sampah menggunung dan bertumpuk memanjang hingga beberapa meter di pinggir jalan kecil. Saking banyaknya, sebagian jalan tertutup tumpukan sampah.
Meski begitu, pengunjung tampak santai lalu lalang baik berjalan maupun dengan sepeda motor. Merka sebagian menggunakan masker untuk menahan bau menyengat dari sampah.
Video berdurasi 27 detik yang diunggah di akun X @txtfromjogja itu pun mendapat tanggapan dari para netizen. "kebergantungan pembuangan sampah terhadap TPA yang sudah penuh, seperti bom waktu," ujar pemilik akun @janggoIndonesia.
"Pemda Yogya mmg kudu nambah tenaga kebersihan, kerja mereka lebih jelas drpada pegawe yg njogrok di kantor mainan komputer....," usul pemilik akun @Sijo_su.
Meski begitu, tak sedikit yang menyangkan peristiwa itu terjadi karena status Kota Jogja. "Pdhl kota Jogja kui poros pariwisata, masalah sampah itu vital tp kog malah gk terselesaikan sampe skrng. Kudu ne digarap tenan ben dadi kota percontohan," tulis pemilik akun @kristi_251275.
BACA JUGA: Dukung Program Desentralisasi Sampah, Ini Harapan DPRD Jogja
Pantauan Harian Jogja pada pukul 11.00 WIB sampah sudah diangkut seluruhnya. Namun, bau tidak sedap di sekitar lokasi masih terasa menyengat. Beberapa warga yang lewat bahkan harus menutup hidup untuk menghindari bau sampah.
Salah satu tukang parkir di Pasar Beringharjo Timur, Lakidi menuturkan sampah diangkut sekitar pukul 07.30 WIB dengan menggunakan 3 armada truk. Pengangkutan selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Lakidi menambahkan sampah tepat berada di lokasi parkir dan menyebabkan berkurangnya lahan parkir.
itu berarti selama sebulan terakhir pemasukan Lakidi juga berkurang. "Memakan lahan parkiran separuh lebih. Kasian yang jaga sana juga, belum baunya. Parah baunya," ujarnya saat ditemui di Pasar Beringharjo Timur, Senin.
Lakidi mengatakan, sejatinya Pasar Beringharjo Timur memiliki penampungan sampah. Namun, jumlahnya tak sebanding dengan produksi sampah pasar setiap harinya. Dia mengatakan, lokasi tumpukan sampah yang hari ini diangkut pun biasanya akan kembali dipenuhi sampah hanya berselang hari. Sebab, pembuang sampah tak hanya pedagang, tapi juga warga sekitar.
"Sampah warga luar buangnya di situ. Ada satu yang buang pasti ikut-ikutan yang lain. Lihat aja dua hari tiga hari, biasanya langsung numpuk lagi. Kalau viral di medsos mungkin ada perubahan. Tadi ada Pj Wali Kota Jogja juga di sini. Sudah bersih semua, sempat disemprot juga," jelasnya.
Sementara, Lurah Pasar Beringharjo Timur Irawan Setiabudi menuturkan sampah itu telah menumpuk tepat selama seminggu. Dia mengaku terkendala minimnya kuota pengangkutan sampah di Pasar Beringharjo. Dalam sehari, produksi sampah mencapai 4,5 ton. Sementara, pengangkutan hanya diambil empat hari sekali dengan satu armada truk saja.
"Padahal satu truk itu kapasitasnya hanya 5 ton, sehingga setiap hari selalu ada timbunan sampah," ujar Irawan.
Dia menuturkan Pasar Beringharjo telah memiliki sarana pengolah sampah. Salah satunya ada instalasi biopori. Selain itu ada juga mesin cacah sampah organik yang mampu mengolah hingga 3-4 ton perhari. Namun, nyatanya itu masih belum sebanding dengan banyaknya produksi sampah di Pasar Beringharjo setiap harinya.
Edukasi kepada pedagang juga telah digencarkan. Dia meminta pedagang untuk memilah sampah. Kesadaran pedagang untuk membawa pulang sampahnya juga sudah disampaikan sejak jauh-jauh hari.
"(Peringatan) Sudah disampaikan. Pedagang menyalahkan itu dari luar, tapi kalau kita lihat sampah yang dibuang juga ada dari pedagang," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Kenali jenis lampu emergency untuk rumah, kantor, hingga area industri, mulai rechargeable, smart LED, hingga tenaga surya.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.