Spanyol Comeback, Taklukkan Inggris 3-2 di Wembley
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Dekan Fishum Mochamad Sodik. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Toleransi umat Islam Indonesia perlu menjadi inspirasi dan ditularkan di dunia internasional. Konsep Islam moderat yang terjadi di Indonesia terbukti mampu menciptakan kerukunan antarumat beragama.
Isu itu dibahasn dalam Annual International Conference on Social Science and Humanities yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kaliaga pada Selasa (23/4/2024) hingga Rabu 24/4/2024).
Dekan Fishum Mochamad Sodik menjelaskan forum ilmiah tersebut sebagai ejawantah dari komitmen berkelanjutan untuk mendorong dialog akademis dengan mempertemukan para akademisi dan praktisi secara internasional. Selain itu ingin menekankan pentingnya memperkenalkan dan mengarusutamakan Islam Indonesia yang toleran, kaya dengan praktik sosio-kultural.
BACA JUGA : Ayu Ting Ting Sebut Lebaran Jadi Ajang Saling Toleransi dan Menghargai
"Dan tentu saja kaya melalui pendekatan damai. Ini saatnya kita secara masif memperkenalkan Islam kita ke dunia internasional, bahwa Islam Indonesia ini sangat toleran," katanya.
Ia berharap hasil pertemuan itu bisa menjadi landasan penting dalam eksplorasi integrasi Islam Indonesia ke dalam berbagai aspek masyarakat, terutama dalam konteks masyarakat global. Fenomena penting ini perlu mendapat perhatian serius, karena Indonesia menjadi negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, pemahaman tentang dinamika lansekap keislaman di sangat penting diperkenalkan ke kancah internasional.
"Karena kami yakin Islam Indonesia akan memberikan inspirasi bangsa dan dunia. Kita tahu dunia internasional ada perang dan lain-lain, Indonesia memberikan contoh ada pertikaian alamiah tetap bisa cepat diselesaikan salah satunya kehadiran tokoh muslim dan agama lain unuk bersinergi dengan perspektif moderat," katanya.
Konferensi ini menampilkan pembicara utama, diskusi panel, dan presentasi makalah, untuk memberikan peserta pemahaman komprehensif tentang aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, dan agama yang membentuk Islam Indonesia. Peserta berpartisipasi dalam diskusi yang memicu pemikiran tentang topik seperti pengalaman keberislaman masyarakat Indonesia dalam kaca mata ilmu sosial dan humaniora.
"Dengan mengumpulkan para ahli dan pemangku kepentingan dari berbagai disiplin ilmu, kami bertujuan untuk mendorong dialog lintas disiplin dan menghasilkan wawasan yang dapat berkontribusi pada pengarusutamaan Islam Indonesia di pentas global kontemporer," kata Ketua Panitia B.J. Sujibto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.