Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kondisi ruas jalan Gading-Playen yang diusulkan perbaikan menggunakan program inpres jalan daerah. Minggu (28/4/2024)./ Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul kembali mengajukan bantuan perbaikan jalan melalui program Inpres Jalan Daerah ke Pemerintah Pusat. Total ada enam ruas yang diajukan dengan nilai Rp139.460.000.000.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, anggaran Pemkab Gunungkidul untuk perbaikan jalan masih sangat terbatas. Sebagai gambaran di tahun ini tidak ada alokasi dari APBD Kabupaten yang dipergunakan memerbaiki jalan yang rusak di wilayah Bumi Handayani.
“Duitnya tersedot untuk Pilkada. Tidak ada perbaikan dengan skala besar karena yang ada hanya pemeliharaan secara rutin,” kata Wadiyana, Minggu (28/4/2024).
Meski demikian, ia mengakui upaya perbaikan tetap dilakukan, salah satunya dengan mengakses bantuan dari Pemerintah Pusat. Setelah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp14 miliar untuk perbaikan dua ruas jalan kabupaten, juga ada upaya mengakses program jalan inpres daerah.
“Tahun lalu kami dapat programnya dan peresmian jalan ini langsung diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Di 2024, kami mencoba mengusulkan agar jalan yang rusak diperbaiki melalui jalan inpres daerah,” katanya.
Dia menjelaskan, ada enam ruas jalan dengan nilai anggaran perbaikan mencapai Rp139.460.000.000. Pagu ini diharapkan dapat memerbaiki jalan yang rusak sepanjang 26,5 kilometer.
BACA JUGA: Wuih! Anggaran Pilkada Gunungkidul Membengkak, Totalnya Disepakati Tembus Rp51,5 Miliar
Usulan ruas yang diperbaiki tidak hanya berkaitan dengan jalan rusak, tapia da juga pembuatan jalan baru serta program pelebaran jalan. Sebagai contoh, kelanjutan pembangunan jalan Kepek-Ngobaran di Kapanewon Saptosari juga diusulkan melalui program jalan inpres daerah.
“Untuk ruas lain yang diusulkan ada perbaikan jalan wisata di Gua Pindul, trus ada perlebaran ruas jalan Kelor-Srimpi di Karangmojo,” katanya.
Meski demikian, Wadiyana mengakui belum mendapatkan informasi terkait dengan usulan bantuan disetujui atau tidak. “Sudah kami usulkan dan sekarang masih menunggu kabar apakah bisa disetujui semua atau beberapa ruas jalan yang akan diperbaiki. Harapannya bisa semua agar jalan di Gunungkidul jadi semakin bagus dan representative,” katanya.
Terpisah, Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul dari Fraksi Gerindra, Maryanta mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi berkaitan dengan adanya usulan perbaikan jalan rusak menggunakan program jalan inpres daerah ke Pemerintah Pusat. Menurut dia, usulan ini sebagai upaya agar perbaikan jalan tetap bisa dilakukan, meski kemampuan keuangan yang dimiliki pemkab masih sangat terbatas.
“Masih banyak jalan yang rusak. Contohnya akses ke Pantai banyak yang rusak sehingga butuh program perbaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.