Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Acara peringatan puncak HKB 2024, Minggu (28/4/2024) di Malioboro. - Harian Jogja
JOGJA—Pemda DIY menggelar puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) berupa panggung resiliensi di gerbang barat kompleks Kepatihan, Minggu (28/4/2024) malam. Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan ada sejumlah kegiatan yang digelar dalam acara itu yakni berupa stand pameran penanggulangan bencana yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat umum kondisi DIY baik bentang alam, gambaran bencana, kesiapsiagaan, mitigasi, maupun respon darurat sampai kepada pemulihan pasca-bencana.
Pada pembukaan acara ditampilkan tarian Sumilaking Pedhut oleh Dinas Pariwisata DIY yang terinspirasi dari bencana alam gempa bumi yang meluluhlantakan Jogja pada 27 Mei 2006 lalu. Tarian itu ingin menyampaikan pesan bahwa semua orang harus selalu siap menerima apapun yang terjadi dan harus bisa selalu tanggap terhadap semua keadaan.
BACA JUGA: Percaya Diri, Shin Tae-young Bisa Antar Indonesia ke Olimpiade
"Kami juga memberikan penghargaan kepada sejumlah destinasi wisata, hotel, desa/kelurahan tangguh bencana, fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), rumah sakit, dan instansi," kata Beny.
Penghargaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam membangun kesiapsiagaan di sektor pendidikan, masyarakat, dunia usaha, dan tempat wisata. Selain itu juga memberikan motivasi bagi satuan pendidikan dan masyarakat lainnya untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana di lingkungan sekitar.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menjelaskan, kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana sangat penting. Apalagi DIY dikelilingi dengan sejumlah ancaman dan potensi bencana yang kompleks dan sistemik serta dampaknya cukup luas jika terjadi.
"Bencana itu bisa berdampak secara mata rantai dan berjenjang. Pengalaman di negara maju seperti Jepang keselamatan itu ada pada diri masing-masing sebesar 30 persen, diselamatkan keluarga 30 persen dan 30 persen orang yang lewat. Hanya satu persen korban gempa Kobe diselamatkan SAR," jelasnya.
Oleh karenanya, ia berharap lewat peringatan puncak HKB ini masyarakat luas bisa terbangun kesadarannya terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kesadaran kolektif harus dibangun dengan optimal dengan metode people center. Baik itu dari sektor tata kelola, bangun risiko dan siap siaga semuanya ada di masyarakat. "Kami yakin DIY punya kolaborasi yang bagus, semua punya peran dan terlibat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.