Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta/ Ist
JOGJA—Panitia pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta secara resmi dibuka oleh DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, sejak 29 April hingga 20 Mei 2024.
Sampai saat ini, per Senin (6/5/2024) sudah ada tiga tokoh masyarakat yang sudah mengambil formulir pendaftaran. Sebagaimana disampaikan sebelumnya, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta membuka pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota hingga 20 Mei 2024.
"Hingga hari ini sudah tiga tokoh yang mengambil formulir. Saya dapat info dari panitia, besok juga akan ada yang akan ambil formulir. PDI Perjuangan prinsipnya terbuka untuk kader internal, tokoh parpol masyarakat yang bertekad bangun Yogyakarta lebih baik ke depan. Ingat, Kota Yogyakarta sebagai Kota Budaya dan Kota Wisata butuh terkelola dengan baik. Pada saatnya nanti kami akan umumkan dan perkenalkan kader dan tokoh masyarakat yang mendaftar melalui DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta. Masih ada waktu pendaftaran 15 hari lagi hingga 20 Mei 2024," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Senin.
Seperti sudah disampaikan oleh panitia pendaftaran, PDI Perjuangan Kota Yogyakarta terbuka dalam proses pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta.
BACA JUGA: PDIP Kembali Dapat Jatah Kursi Ketua DPRD Gunungkidul
PDI Perjuangan terbuka untuk bekerja sama dengan parpol lain. Selain itu, PDI Perjuangan juga menyiapkan serial dialog untuk mencari solusi problema Kota Jogja, termasuk urusan pariwisata, sampah perkotaan, infrastruktur untuk peningkatan kesejahteraan rakyat Kota Yogyakarta.
"Kami segera lakukan dialog publik, bersama sama mari bawa solusi untuk Kota Yogyakarta, bagaimana selesaikan problema sampah, transportasi perkotaan, masalah kemiskinan, pengangguran dll. Bukan sekedar figur semata. Tapi siapapun Wali Kota Yogyakarta, harus punya kecakapan dalam mengelola pariwisata yang humanis, dan ini perlu dukungan sarana prasarana, infrastruktur pariwisata yang baik, bangun kampung wisata lebih maju agar masyarakat berpenghasilan dan meningkat kesejahteraannya, penghasilan bertambah," kata Eko Suwanto, lulusan Magister Ekonomi Pembangunan UGM ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.