Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Potongan video pelajar masuk selokan di Kota Jogja saat menyerang sekolah lain dalam konvoi kelulusan SMA, Senin (13/5/2024). - Twitter
Harianjogja.com, JOGJA—Buntut konvoi dan aksi provokasi sekelompok pelajar di Kota Jogja pada Senin (13/5/2024), satu orang pelajar menjalani pemeriksaan di Satresnarkoba karena kedapatan membawa obat berbahaya. Sedangkan enam pelajar lainnya yang sempat ditangkap, dibebaskan setelah dipanggil orang tuanya.
Kasatreskrim Polresta Jogja, AKP Probo Satrio, menjelaskan dalam kejadian itu, polisi menangkap sebanyak tujuh pelajar. “Yang dua orang itu membawa bekas petasan, satu orang membawa bekas pilox untuk corat-coret, kemudian yang dua orang lagi, yang satu tidak kedapatan apa-apa, yang satu membawa narkoba jenis yarindo itu,” katanya, Selasa (14/5/2024).
Adapun satu orang yang tercebur di selokan di Umbulharjo, setelah diperiksa polisi juga tidak kedapatan membawa apa-apa. Maka satu pelajar yang kedapatan membawa obat berbahaya jenis pil yarindo diserahkan ke Satresnarkoba.
BACA JUGA: Viral Pelajar di Kota Jogja Tercebur Selokan Saat Serang Sekolah Lain, Begini Penjelasan Polisi
Satu pelajar yang membawa pil tersebut diketahui membawa empat butir pil, dengan rincian dua butir sudah diminum dan dua masih dibawa ketika konvoi. “Kami serahkan ke Satresnarkoba untuk penanganannya,” ungkapnya.
Sedangkan enam orang lainnya dibebaskan setelah orang tuanya dipanggil ke Polresta Jogja. “Enam orang kita serahkan lagi kepada orang tua, dengan membuat pernyataan, termasuk kepala lingkungan setempat kita undang, untuk kita serahkan lagi untuk dibina,” ujarnya.
Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menemukan beberapa benda yang diduga menjadi senjata, seperti tongkat pemukul dan gir. Namun benda tersebut ditemukan sudah terbuang di lokasi kejadian, sehingga tidak diketahui siapa yang membawanya.
BACA JUGA: Tegas! Study Tour dan Outing Class Sekolah di Sleman Harus Seizin Pemkab
“Jadi senjata itu ditemukan bukan ada padanya, jadi pada saat mereka saling mau tawur itu kan dibubarkan oleh rekan-rekan kami, dari Sabhara, itu ada yang buang itu sehingga itu tidak dalam penguasaannya, sehingga itu kita lepas. Ditemukan di wilayah Gondokusuman,” paparnya.
Selain tujuh orang itu, sore harinya polisi juga sempat membawa 23 pelajar ke Polresta Jogja untuk diperiksa. “Jadi itu kelas 2 sama 1, pulang sekolah itu nongkrong. Karena anggota kami patroli, kekhawatiran anggota kami nanti menjadi pemicu akhirnya kita cek, kita amankan. Ternyata kita periksa tidak terdapat benda-benda berupa narkoba atau sajam,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari PT Blueray Cargo kepada oknum Ditjen Bea Cukai dengan memeriksa Iskandar HP Sitorus sebagai saksi.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Pelaku pencurian HP yang viral di Kasihan, Bantul, berhasil ditangkap polisi setelah rekaman CCTV dan informasi warga mengungkap identitasnya.
Pemkab Banyumas mengkaji pengadaan motor listrik untuk kepala desa dan penilik sekolah demi efisiensi operasional serta mendukung kendaraan ramah lingkungan.