RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Baliho bakal calon wakil wali kota Jogja, Ricco Survival Yubaidi terpasang di perempatan Jalan Sorogenen, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja. / Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Nama baru bermunculan dan ikut meramaikan bursa kandidat pada Pilkada Jogja 2024, salah satunya adalah Ricco Survival Yubaidi. Kader Nahdlatul Ulama (NU) ini sudah mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota Jogja lewat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ricco Yubaidi tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo Jogja. Ia merupakan putra dari tokoh NU Jogja Kiai Haji Ahmad Yubaidi, pengasuh pesantren dan kini menjabat sebagai mudir Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Mu'tabarah an-Nahdliyah (Jatman), badan otonom NU.
Sejumlah baliho Ricco terpasang di beberapa ruas jalan di wilayah Kota Jogja. Ricco mengakui mengakui sudah mempersiapkan dengan matang untuk ikut dalam kontestasi Pilkada Jogja 2024 ini.
“Saya telah memutuskan untuk maju sebagai calon wakil walikota Yogyakarta pada Pilkada 2024. Saya sedang dalam tahap penjajakan untuk mencari pasangan yang tepat untuk berduet dalam kontestasi ini,” kata Ricco, dalam keterangan resminya Jumat (17/5/2024).
Ia mengaku termotivasi untuk ikut dalam bursa Pilkada Jogja 2024 karena ingin memberikan kontribusi nyata bagi kota Jogja. “Sebagai putra daerah, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta membangun dan memajukan kota yang saya cintai ini,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini persentase anak muda cukup tinggi sehingga potensi tersebut harus mampu dijembatani dan diinterpretasikan dalam berbagai kebijakan agar Jogja menjadi unggul dan produktif, satu langkah yang tepat adalah dengan hadirnya pimpinan dari unsur generasi muda.
“Saya ingin membawa perubahan positif dan inovatif, serta memastikan bahwa Yogyakarta tetap menjadi kota yang berbudaya, maju, dan inklusif. Visi yang diusung adalah "Yogyakarta Maju: Kota Sehat, Berdaya Saing dan Berbudaya," ucap mantan Duta Pariwisata Indonesia-DIY ini.
Ia menilai Jogja perlu memanfaatkan potensi besar dalam sektor pariwisata dan pendidikan, memperkuat ekonomi lokal dengan mendukung UMKM, serta menjaga budaya dan kearifan lokal. Selain itu Infrastruktur dan transportasi juga perlu ditingkatkan agar mobilitas warga lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Selain itu, saya ingin memastikan bahwa pembangunan di Yogyakarta berkelanjutan dan inklusif, sehingga semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” tandasnya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Yogyakarta Solihul Hadi mengatakan ada tujuh kandidat bakal calon wali kota dan wakil wali kota Jogja yang mendaftar lewat PKB, salah satunya adalah Ricco Yubaidi. Sementara enam lainnya adalah Mereka adalah Hanum Hanum Salsabila Rais (Putri Amien Rais), Ketua PCNU Kota Jogja Muhammad Yazid Afandi, mantan Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, dan pengusaha Haryawan Emir Nuswantoro.
Selain itu ada pula nama Amin Purnama yang merupakan mantan anggota DPRD Sleman, pengusaha Ariyanto dan Mariana Ulfah yang merupakan presenter televisi.
Sementara di DPC PDI perjuangan Kota Jogja terdapat lima kandidat yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon walikota dan wakil wali kota Jogja, yakni Wawan Harmawan (Wakil Ketua Kadin DIY), Widi Praptomo (Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY), Fokki Ardiyanto (Anggota DPRD Kota Jogja), Ricco Survival Yubaidi (Akademisi), dan Gunawan Hartono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemdiktisaintek meluruskan isu 60.000 camaba mundur. Data itu berasal dari evaluasi 2025, bukan kondisi penerimaan 2026.
Pemkab Sleman mulai rehabilitasi 8 SMP pada 2026. Enam sekolah sudah kontrak, sisanya menyusul dengan anggaran Rp1,54 miliar.
KPK mengungkap dugaan suap jabatan Sekda Kuansing, Bupati disebut meminta mobil mewah senilai Rp2,05 miliar.
SPMB SMP Bantul 2026 masih menyisakan kursi kosong, SMPN 2 Sanden kekurangan 40 murid, Dikpora siapkan solusi.
Terdakwa TPPU Andhi Nur Huda mengaku ada permintaan dana Rp21,5 miliar untuk Pilpres dalam sidang di Tipikor Semarang.