30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Ilustrasi petasan./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Police Watch (JPW) mendesak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku teror yang terjadi di SMKN 3 Jetis. Pasalnya teror ini bukan kali pertama karena tahun sebelumnya peristiwa serupa juga pernah terjadi.
Sebagaimana diketahui teror pelemparan diduga petasan dan botol minuman keras terjadi di SMKN 3 Jetis pada kamis (16/5/2024) siang. Menurut JPW teros itu sangat meresahkan karena terus terulang.
Kepala Divisi Humas JPW, Baharuddin Kamba mencatat teror itu bukan pertama kalinya. Pada pertengahan bulan Mei tahun 2013 silam sekelompok remaja melakukan teror di pos jaga milik SMKN 3 Jogja dengan melemparkan bom molotov. Atas peristiwa tersebut seorang polisi dari Polsek Jetis Kota Jogja Bripka Sudarmaji mengalami luka bakar di tangan kiri karena terkena percikan api dalam peristiwa itu.
Penjaga sekolah juga turut mengalami luka. Sementara ada empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Motif dari peristiwa pelemparan bom molotov diduga karena dendam lama antar geng motor.
Sementara pada pertengahan September 2015 dua orang tak dikenal melakukan aksi pelemparan bom molotov kembali terjadi di pos jaga di SMK N 3 Jogja . Akibat aksi tersebut pintu bangunan sekolah yang berada dilokasi sempat hangus. Saat itu Polresta Yogyakarta menangkap puluhan remaja yang diduga terlibat aksi pelemparan bom molotov di SMKN 3 Jogja.
Pada pertengahan bulan Mei 2024 ini aksi teror kembali menimpa SMKN 3 Jogja. Kali ini halaman SMKN 3 Jogja diduga dilempari petasan oleh sejumlah orang tidak dikenal yang menggunakan sejumlah sepeda motor.
"Peristiwa ini menambah daftar aksi teror terhadap pihak SMKN 3 Yogyakarta. JPW mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motif dari aksi pelemparan yang diduga petasan tersebut," kata kamba, dalam keterangan resminya, Jumat (17/5/2024)
Aksi-aksi semacam ini jelas merugikan pihak sekolah, merusak citra Jogja sebagai Kota Pelajar dan membuat resah masyarakat Yogyakakarta saat melakukan aktivitas.
Pihak terkait seperti Disdikpora DIY, pihak sekolah, pihak kepolisian serta pemangku kebijakan segera bertemu untuk mencari akar masalah dan mencari solusi bersama agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.