Prambanan Jazz 2026 Resmi Digelar, Usung Tema Celebrate The Joy
Prambanan Jazz kembali hadir di Yogyakarta. Mengusung tajuk Celebrate The Joy, hajat musik jazz terbesar di Indonesia ini mengajak masyarakat bersenang-senang.
Suasana sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme DIY di Pondok Pesantren Sunan Ampel di Padukuhan Banjeng, Maguwoharjo, Depok, Senin (20/5/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
SLEMAN—Anggota DPRD DIY bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme DIY di Pondok Pesantren Sunan Ampel di Padukuhan Banjeng, Maguwoharjo, Depok, Senin (20/5/2024). Diharapkan program ini dapat membatasi ruang gerak penyebaran radikalisme dan ekstrimisme.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan mengatakan kegiatan pencegahan penanggulangan ekstrimisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme merupakan bagian dari dari sosialisasi Perda No.1/2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Oleh karenanya dibutuhkan suatu sarana agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga agar paham radikalisme di mayarakat bisa dicegah.
“Nilai-nilai dalam Pancasila dan wawasan kebangsaan harus dijaga agar tidak salah arah terjerumus dalam kegiatan yang dapat merugikan banyak orang,” katanya, Senin siang.
Menurut dia, upaya menjaga keamanan dan ketertiban Masyarakat bukan semata-mata menjadi tugas dari Pemerintah. Pasalnya, Masyarakat juga memiliki andil yang besar untuk mewujudkan keberagaman yang baik serta kemanusiaan yang adil dan beradab.
“Jadi harus mengambil peran agar terhindar dari perilaku yang biadab untuk mewujudkan kemanusiaan yang beradab,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Kepala Bidang Bina Ideologi dan Kewaspadaan Nasional, Kesbanpol DIY, Djuli Sugiarto. Menurut dia, cikal bakal Indonesia sudah terlihat sejak tahun 500 masehi yang merupakan bangsa yang besar melalui Kerajaan. Cakupannya tidak hanya meliputi Indonesia saat ini, tapi juga merambah ke Kawasan Asia Tenggara hingga Australia.
“Kunci dari kebesaran itu adalah keberagaman. Oleh karenanya, keberagaman itu harus terus dijaga,” katanya.
Ia mengakui sosialisasi ini juga menjadi bagian untuk mewujudkan rasa cinta Tanah Air sehingga paham-paham ekstremisme atau radikalisme dapat dicegah. “Jangan sampai ada yang melakukan aksi-aksi intoleransi. Ini harus dicegah dan Masyarakat harus ikut berpartisipasi,” katanya.
Mitra Binaan Polda DIY (Mantan Napiter) Dwi Sosiadi dalam acara ini menyampaikan bagaimana ia terpapar radikalisme.
“Memperdalam agama itu sangat baik, tetapi jangan salah mengikuti kajian dengan guru yang salah. Harus hati-hati dengan pengajian-pengajian yang akan membawa ke arah radikal, karena akan membawa kita pada intoleransi. Itulah yang menjadikan [kita] terpapar paham yang tidak benar [radikalisme],” ujarnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prambanan Jazz kembali hadir di Yogyakarta. Mengusung tajuk Celebrate The Joy, hajat musik jazz terbesar di Indonesia ini mengajak masyarakat bersenang-senang.
Persib Bandung resmi datangkan Ragnar Oratmangoen dengan kontrak 3 tahun. Tambah kekuatan untuk Liga dan Asia.
Kapolri Listyo Sigit lantik 8 pejabat Polri termasuk 6 Kapolda. Ini daftar lengkap dan pesan penting untuk pelayanan publik.
Pertamina RJBT salurkan 9,3 juta liter avtur untuk 208 penerbangan haji 2026 di Solo dan Jogja.
Kebakaran TPA Jatiwaringin sulit dipadamkan karena mirip gambut. KLH kerahkan drone, Manggala Agni, dan TMC.
Said Iqbal turun langsung telusuri isu PHK di Tokopedia dan TikTok, pemerintah utamakan dialog dan perlindungan pekerja.