PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Bedah buku bertajuk 101 Peluang Bisnis Sampingan bagi Karyawan di Gelanggang Olahraga Manunggal Mutihan, Wirokerten, Banguntapan, pada Selasa (21/5/2024)./Stefani Yulindriani
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama dengan DPRD DIY menggelar Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi yang dikemas dengan bedah buku bertajuk 101 Peluang Bisnis Sampingan bagi Karyawan di Gelanggang Olahraga Manunggal Mutihan, Wirokerten, Banguntapan, pada Selasa (21/5/2024).
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sistem Kearsipan DPAD DIY, Wardoyo menyampaikan bedah buku tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Dia menilai dengan tingkat literasi yang baik, masyarakat memiliki banyak ide untuk memulai usaha.
Dengan begitu, menurutnya perekonomian masyarakat dapat meningkat. “Dalam bedah buku ini kita sinau [belajar] bersama. Ilmu yang kita dapat dari buku ini bisa kita terapkan. Dari tema bedah buku kali ini, kita bisa menemukan peluang bisnis untuk bergerak bersama. Kita berharap masyarakat dapat mempraktikkan materi yang disampaikan dalam buku ini,” katanya, Selasa (21/5/2024).
Dia menyampaikan DPAD DIY bersama dengan DPRD DIY senantiasa menggalakkan budaya membaca untuk meningkatkan berbagai kemampuan masyarakat, salah satunya kemampuan wirausaha.
Peningkatan kemampuan wirausaha tersebut diharapkan dapat memberdayakan warga setempat. “Melalui bedah buku ini, kami berharap dapat mendorong masyarakat untuk belajar mengenai wirausaha. Kami mendorong agar ada calon pengusaha yang tumbuh dari warga setempat. Dengan begitu, warga dapat sejahtera,” katanya.
Sementara, anggota DPRD DIY, Purwanto menyampaikan masyarakat memiliki kesempatan yang luas untuk berwirausaha di era perkembangan digital saat ini. Menurutnya, masyarakat dapat memulai usaha dengan tetap mengerjakan pekerjaan tetap lainnya.
"Sehingga ibu rumah tangga atau karyawan bisa memiliki usaha sampingan yang bisa meningkatkan kesejahteraannya," katanya. Dengan begitu, menurut Purwanto, masyarakat akan memiliki penghasilan tambahan yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Lurah Wirokerten, Rahmawati Wijayaningrum menyampaikan wilayahnya saat ini telah merintis status sebagai Desapreneur sekaligus Desa Prima. Dia berharap melalui bedah buku tersebut, masyarakat menemukan peluang usaha yang dapat dikembangkan untuk kemajuan wilayah.
"Ini sangat sinkron bagi wilayah Wirokerten untuk pengembangan Desa Prima dan Desapreneur melalui pemberdayaan warga setempat. Kami berharap dapat menambah kegiatan pemberdayaan UMKM di sini," katanya.
BACA JUGA: BEDAH BUKU: Menguatkan Kegemaran Membaca
Buku 101 Peluang Bisnis Sampingan bagi Karyawan karya Erick Namara berisi 10 bab mengenai bisnis di bidang jasa, makanan dan minuman, budi daya, investasi, produsen, rental atau persewaan, penitipan, reparasi, toko dan beberapa bisnis sampingan lain yang dapat dijalankan karyawan.
Buku tersebut juga dilengkapi dengan analisis konsumen, hambatan, kunci sukses, serta perhitungan break even point (BEP) atau perhitungan pendapatan hingga balik modal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.