BEDAH BUKU: Genjot Kualitas SDM dengan Membaca
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.
Bedah buku bertajuk 101 Peluang Bisnis Sampingan bagi Karyawan di Gelanggang Olahraga Manunggal Mutihan, Wirokerten, Banguntapan, pada Selasa (21/5/2024)./Stefani Yulindriani
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama dengan DPRD DIY menggelar Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi yang dikemas dengan bedah buku bertajuk 101 Peluang Bisnis Sampingan bagi Karyawan di Gelanggang Olahraga Manunggal Mutihan, Wirokerten, Banguntapan, pada Selasa (21/5/2024).
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sistem Kearsipan DPAD DIY, Wardoyo menyampaikan bedah buku tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Dia menilai dengan tingkat literasi yang baik, masyarakat memiliki banyak ide untuk memulai usaha.
Dengan begitu, menurutnya perekonomian masyarakat dapat meningkat. “Dalam bedah buku ini kita sinau [belajar] bersama. Ilmu yang kita dapat dari buku ini bisa kita terapkan. Dari tema bedah buku kali ini, kita bisa menemukan peluang bisnis untuk bergerak bersama. Kita berharap masyarakat dapat mempraktikkan materi yang disampaikan dalam buku ini,” katanya, Selasa (21/5/2024).
Dia menyampaikan DPAD DIY bersama dengan DPRD DIY senantiasa menggalakkan budaya membaca untuk meningkatkan berbagai kemampuan masyarakat, salah satunya kemampuan wirausaha.
Peningkatan kemampuan wirausaha tersebut diharapkan dapat memberdayakan warga setempat. “Melalui bedah buku ini, kami berharap dapat mendorong masyarakat untuk belajar mengenai wirausaha. Kami mendorong agar ada calon pengusaha yang tumbuh dari warga setempat. Dengan begitu, warga dapat sejahtera,” katanya.
Sementara, anggota DPRD DIY, Purwanto menyampaikan masyarakat memiliki kesempatan yang luas untuk berwirausaha di era perkembangan digital saat ini. Menurutnya, masyarakat dapat memulai usaha dengan tetap mengerjakan pekerjaan tetap lainnya.
"Sehingga ibu rumah tangga atau karyawan bisa memiliki usaha sampingan yang bisa meningkatkan kesejahteraannya," katanya. Dengan begitu, menurut Purwanto, masyarakat akan memiliki penghasilan tambahan yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Lurah Wirokerten, Rahmawati Wijayaningrum menyampaikan wilayahnya saat ini telah merintis status sebagai Desapreneur sekaligus Desa Prima. Dia berharap melalui bedah buku tersebut, masyarakat menemukan peluang usaha yang dapat dikembangkan untuk kemajuan wilayah.
"Ini sangat sinkron bagi wilayah Wirokerten untuk pengembangan Desa Prima dan Desapreneur melalui pemberdayaan warga setempat. Kami berharap dapat menambah kegiatan pemberdayaan UMKM di sini," katanya.
BACA JUGA: BEDAH BUKU: Menguatkan Kegemaran Membaca
Buku 101 Peluang Bisnis Sampingan bagi Karyawan karya Erick Namara berisi 10 bab mengenai bisnis di bidang jasa, makanan dan minuman, budi daya, investasi, produsen, rental atau persewaan, penitipan, reparasi, toko dan beberapa bisnis sampingan lain yang dapat dijalankan karyawan.
Buku tersebut juga dilengkapi dengan analisis konsumen, hambatan, kunci sukses, serta perhitungan break even point (BEP) atau perhitungan pendapatan hingga balik modal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.