Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Tanaman Pangan DPP Kulonprogo, Kirmi menyerahkan pompa air ke kelomok tani pada Senin (21/5/2024). Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan pompa air untuk meningkatkan produktivitas hasil panen ke kelompok tani di Kulonprogo sebanyak 30 unit.
Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Kirmi menjelaskan bantuan pompa air ini dikhususkan bagi kelompok tani yang sistem perairannya tadah hujan atau yang masa panennya maksmimal dua kali dalam setahun.
BACA JUGA: Mentan Siapkan Transformasi Pertanian dari Tradisional ke Modern
Adapun DPP Kulonprogo, katanya, memfasilitasi penyaluran bantuan dari Kementan ke kelompok tani. Peran dinas, katanya, untuk memverifikasi permohonan kelompok tani untuk mendapatkan pompa air tersebut. "Kami telah memverifikasi dan memastikan pompa air itu disalurkan ke kelompok tani yang benar-benar membutuhkan," katanya, Selasa (21/5/2024)
Selain membutuhkan dan tepat sasaran, jelas Kirmi, kelompok tani yang dipilih untuk mendapat pompa air itu dipastikan dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya. "Terutama panen padinya dapat meningkat karena bagian dari upaya menjaga produktivitas beras," jelasnya.
Pasalnya, prediksi DPP Kulonprogo memprediksi kemarau tahun ini akan berdampak luas pada produksi beras. "Supaya cadangan beras tetap aman maka kami genjot produktivitas padi ini," terangnya.
Sementara Kepala DPP Kulonprogo, Drajat Purbadi menyebut fasilitasi bantuan pompa air ini adalah upaya meningkatkan sarana-prasarana perairan di Bumi Binangun. Drajat menyebut dinasnya tak berhenti hanya di bantuan pompa air ini saja.
Drajat menjelaskan DPP Kulonprogo juga tengah berproses untuk mendapat bantuan sarana-prasarana lainnya dari berbagai sumber pendanaan lain. "Termasuk CSR dari perusahaan juga kami upayakan untuk meningkatkan sarana-prasarana perairan untuk pertanian ini," terangnya.
Sarana-prasarana pertanian untuk pertanian di Kulonprogo, menurut Drajat, penting untuk terus ditingkatkan dan tak mungkin hanya menyadarkan pendanaan dari APBD saja. Terutama bagi kawasan pertanian yang minim fasilitas perairannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Berkendara sepeda motor di jalan raya sangat berbahaya apabila pengendara belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara.
Eks Wamenaker Immanuel Noel Ebenezer Gerungan dijadwalkan membacakan pleidoi kasus dugaan pemerasan sertifikat K3 di PN Jakpus.
BMKG memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berpotensi hujan pada Senin 25 Mei 2026, mulai hujan ringan hingga petir.
Harga buyback emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini Senin 25 Mei 2026 terpantau stabil.
Kelurahan Pakuncen menggelar pelatihan sablon kaos untuk meningkatkan keterampilan dan mendorong ekonomi kreatif warga.