30 Pompa Air Dibagikan ke Kelompok Tani di Kulonprogo, Ini Tujuannya

Triyo Handoko
Triyo Handoko Rabu, 22 Mei 2024 08:37 WIB
30 Pompa Air Dibagikan ke Kelompok Tani di Kulonprogo, Ini Tujuannya

Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Tanaman Pangan DPP Kulonprogo, Kirmi menyerahkan pompa air ke kelomok tani pada Senin (21/5/2024). Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan pompa air untuk meningkatkan produktivitas hasil panen ke kelompok tani di Kulonprogo sebanyak 30 unit.

Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Kirmi menjelaskan bantuan pompa air ini dikhususkan bagi kelompok tani yang sistem perairannya tadah hujan atau yang masa panennya maksmimal dua kali dalam setahun.

BACA JUGA: Mentan Siapkan Transformasi Pertanian dari Tradisional ke Modern

Adapun DPP Kulonprogo, katanya, memfasilitasi penyaluran bantuan dari Kementan ke kelompok tani. Peran dinas, katanya, untuk memverifikasi permohonan kelompok tani untuk mendapatkan pompa air tersebut. "Kami telah memverifikasi dan memastikan pompa air itu disalurkan ke kelompok tani yang benar-benar membutuhkan," katanya, Selasa (21/5/2024)

Selain membutuhkan dan tepat sasaran, jelas Kirmi, kelompok tani yang dipilih untuk mendapat pompa air itu dipastikan dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya. "Terutama panen padinya dapat meningkat karena bagian dari upaya menjaga produktivitas beras," jelasnya.

Pasalnya, prediksi DPP Kulonprogo memprediksi kemarau tahun ini akan berdampak luas pada produksi beras. "Supaya cadangan beras tetap aman maka kami genjot produktivitas padi ini," terangnya.

Sementara Kepala DPP Kulonprogo, Drajat Purbadi menyebut fasilitasi bantuan pompa air ini adalah upaya meningkatkan sarana-prasarana perairan di Bumi Binangun. Drajat menyebut dinasnya tak berhenti hanya di bantuan pompa air ini saja.

Drajat menjelaskan DPP Kulonprogo juga tengah berproses untuk mendapat bantuan sarana-prasarana lainnya dari berbagai sumber pendanaan lain. "Termasuk CSR dari perusahaan juga kami upayakan untuk meningkatkan sarana-prasarana perairan untuk pertanian ini," terangnya.

Sarana-prasarana pertanian untuk pertanian di Kulonprogo, menurut Drajat, penting untuk terus ditingkatkan dan tak mungkin hanya menyadarkan pendanaan dari APBD saja. Terutama bagi kawasan pertanian yang minim fasilitas perairannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online