Suzuki XL7 Terbaru Resmi Meluncur di Indonesia
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Anggota Komisi A DPRD DIY, Muhammad Syafii menyampaikan materi dalam bedah buku Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas, di Balai RW 06, Bener, Tegalrejo, Kota Jogja, Rabu (22/5/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
JOGJA—Masyarakat Jogja saat ini dituntut untuk mengambil peran dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah bisa dilakukan baik secara mandiri maupun bersama komunitas.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi A DPRD DIY, Muhammad Syafii, dalam bedah buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, berjudul Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas, di Balai RW 06, Bener, Tegalrejo, Kota Jogja, Rabu (22/5/2024).
Ia menjelaskan melalui kegiatan ini ditargetkan akan semakin bertambah masyarakat yang sadar dan peduli untuk ikut menangani sampah. “Beberapa kegiatan menjadi banyak [soal sampah] karena memang kita harapkan itu, sesuai dengan masalah yang terjadi hari hari ini,” ujarnya.
Bedah buku Cerdas Mengelola Sampah Bersama Komunitas ini sudah dilakukan di beberapa lokasi di Kota Jogja. “Harapanya peserta setelah acara ini punya komitmen jadi relawan yang akan mengelola sampah minimal di rumah masing masing,” ungkapnya.
Salah satu penulis buku Cerdas Mengelola Sampah Bersama Komunitas, Yomi Windri Asni, yang juga hadir dalam bedah buku ini mengatakan pengelolaan sampah idealnya dilakukan oleh masing-masing rumah tangga. Namun masih banyak kendala untuk menerapkannya.
“Beberapa kendala diantaranya belum teredukasi dengan baik tentang pengelolaan sampah rumah tangga, atau sudah teredukasi tapi implementasinya perlu gerakan bersama dan sistem yang dibuat dalam satu dusun,” katanya.
Maka mengelola sampah bersama komunitas ini menjadi alternatif yang bisa membantu pengelolaan sampah rumah tangga secara bersamaan di masayrakat. Hal ini bisa diwujudkan dengan membentuk Kelompok engelola Sampah Mandiri (KPSM) di tingkat dusun.
KPSM idealnya membentuk kepengurusan awal dengan melibatkan pengurus PKK, pengurus karangtaruna dan pengurus RT, sehingga semangat dan gagasan yang lahir dapat diteruskan dalam program PKK, karangtaruna dan RT.
Setelah terbentuknya pengurus, KPSM perlu mencari mitra pengepul sampah, yang berperan mengambil sampah kering yang telah dikumpulkan. “Kemudian menentukan model pengelolaan KPSM. Secara umum dapat dibagi menjadi dua, yakni model bank sampah dan model sadaqah sampah,” ungkapnya.
Langkah selanjutnya yakni meuiapkan administrasi KPSM meliputi minimal tiga buku, yakni buku Tabungan warga, buku besar sampah dan buku kas KPSM. Setelah teknis internal matang, baru kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat.
Untuk mendukung berjalannya KPSM, perlu dibuat sistem cegah, pilah dan olah, yakni cegah produksi sampah, pilah sampah organik-anorganik serta olah sampah organik. Teknis dan detail tahapan pembuatan KPSM ini semuanya bisa dipelajari melalui buku Cerdas mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
KPK catat lonjakan OTT Semester I 2026 dengan 7 kepala daerah terjaring. Asset recovery capai Rp 59,99 miliar. Simak data lengkap penindakan korupsi terbaru.
Timnas Indonesia siap hadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Jumat (31/7). Siaran langsung RCTI & iNews. Poin krusial demi tiket semifinal Piala AFF 2026.
Harga emas perhiasan hari ini Jumat 31 Juli 2026 naik tipis. Emas 24 karat di Lakuemas Rp2,227 juta dan Rajaemas Rp2,265 juta per gram.
Pemkot Jogja menggelontorkan lebih dari Rp6 miliar untuk membenahi drainase di Kotagede dan Rejowinangun serta membangun sumur resapan.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi harapan Indonesia di perempat final Taipei Open 2026.