BULOG Masifkan Penyaluran Bantuan Pangan Beras Sejumlah 3.118 Ton, Jamin Akses Pangan
BULOG menyalurkan 3.118 ton Bantuan Pangan Beras kepada 103.950 penerima di 16 kecamatan Kabupaten Purworejo untuk menjaga ketahanan dan akses pangan masyarakat
Ciptakan SDM yang Berdaya Saing, Konsorsium Ekosistem Kemitraan Vokasi DIY Gelar Pelatihan dan Business Matching untuk Penguatan Kolaborasi Vokasi dan DUDI./ Ist
JOGJA—Konsorsium Ekosistem Kemitraan Vokasi DIY menggelar agenda Pelatihan Penguatan Ekosistem Kemitraan Vokasi dan Business Matching pada Rabu (22/5/2024) di Hotel Harper Jogja. Agenda ini merupakan tindak lanjut Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah DIY yang diampu oleh tiga perwakilan Perguruan Tinggi Vokasi di DIY, yaitu Sekolah Vokasi UGM, Fakultas Vokasi UNY, dan Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta.
Agenda Pelatihan yang dilaksanakan pada sesi pagi, dihadiri oleh Yoggi Herdani selaku selaku Ketua Tim PMO Program Penguatan Ekosistem Kemitraan 2023, Dr. Dewi Yanti Liliana selaku Tim Pakar Mitras DUDI, Dr. Wiryanta, S.T., M.T. selaku Ketua Pengampu Konsorsium Penguatan Ekosistem Kemitraan DIY dan Narasumber Timotius Apriyanto, Ketua Komisi Tahap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat KADIN DIY; Eka Indarto, Direktur Life Media; Aria Nugrahadi, S.T., M.Eng., Kepala Disnakertrans Provinsi DIY. dan Dr. Ir. Sutopo, S.Pd., M.T. Agenda Pelatihan Penguatan Ekosistem Kemitraan ini diikuti oleh 50 perwakilan Guru SMK, LKP dan LPK, serta perguruan tinggi vokasi di DIY.
Agenda dibuka dengan sambutan oleh Bapak Yoggi Herdani. "Program serupa juga dilakukan di 20 wilayah di Indonesia, dan Konsorsium DIY adalah yang pertama menyelenggarakan Pelatihan," kata Yoggy.
BACA JUGA: Pendidikan Vokasi Siapkan Peserta Didik Hadapi Era Perubahan yang Cepat
Selanjutnya, Dr. Wiryanta, S.T., M.T., wakil dekan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM, selaku Ketua Pengampu Konsorsium Penguatan Ekosistem Kemitraan DIY menyampaikan bahwa agenda Pelatihan Penguatan Ekosistem Kemitraan ini merupakan forum untuk memberikan informasi kepada lembaga pendidikan vokasi mengenai trend perkembangan dan isu mengenai ketenagakerjaan di DIY dan melatih lembaga pendidikan vokasional dalam menjalin kemitraan dengan industri guna menghasilkan SDM yang unggul khususnya vokasi. Sedangkan Business Matching dilaksanakan untuk mendiseminasikan hasil analisis tim ekosistem kemitraan Yogyakarta serta isu dan kebijakan tentang penguatan ekosistem kemitraan vokasi dalam rangka menghasilkan SDM yang unggul DIY.
Agenda Business Matching diselenggarakan pada sesi siang diawali dengan seremonial penandatanganan 16 MoU baru antara 3 kampus konsorsium Ekosistem Kemitraan DIY dan DUDI yang dilanjutkan dengan Sharing Session antara Mitra Industri dan Pendidikan Vokasi.
Terdapat sesi pemaparan materi oleh narasumber Dr. Wiryanta, S.T., M.T., Wakil dekan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM, Dr. Ir. Sutopo, S.Pd., M.T. Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FV UNY, dan Dr. Supadma,
M.Hum. Direktur Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya yang diikuti dengan diskusi dan penjaringan saran dan kritik dari Mitra Industri terkait Program Penguatan Ekosistem Kemitraan di Daerah Istimewa Yogyakarta. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BULOG menyalurkan 3.118 ton Bantuan Pangan Beras kepada 103.950 penerima di 16 kecamatan Kabupaten Purworejo untuk menjaga ketahanan dan akses pangan masyarakat
Profil Rahmat Erwin Abdullah, lifter Indonesia yang meraih emas Asian Games 2026 sekaligus memecahkan dua rekor dunia dengan total 366 kg.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.