Bisnis Kopi Indonesia Berkembang, Pelaku F&B Hadapi Tantangan Baru
Coffee culture di Indonesia berkembang menjadi gaya hidup. Pelaku bisnis F&B menghadapi tren cepat dan tantangan bahan baku.
Foto ilustrasi, penjagaan di Lapas Cebongan, Sleman. – Antara/Sigit Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Hasil pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal Kemenkumham RI soal sanksi terhadap oknum pejabat Lapas Kelas II B Sleman atau Lapas Cebongan yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) masih belum keluar.
"Kami tinggal menunggu nanti apa jenis hukuman yang akan diberikan," ujar Kepala Kanwil Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DIY, Agung Rektono Seto di Sleman, Senin (27/5/2024).
Menurut Agung, kasus dugaan pungli terhadap layanan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Cebongan oleh oknum pejabat berinsial M terjadi di akhir 2023.
Kanwil Kemenkumham DIY, kata Agung, telah menempuh sejumlah langkah dan tindakan bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan dan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenkumham RI dengan menerjunkan tim ke lapas itu.
Pemeriksaan terhadap M, kata Agung, telah diproses di Ditjen Pemasyarakatan dan Irjen Kemenkumham RI.
"Kami menunggu hasil pemeriksaan dari kedua instansi tersebut. Namun, yang bersangkutan (M) saat ini sudah kami tarik ke Kanwil (DIY) untuk pembinaan. Sudah tidak lagi di Cebongan," kata dia.
Agung menyebut sanksi disiplin yang bakal dijatuhkan kepada oknum pejabat Lapas Cebongan itu sepenuhnya ditentukan tim dari Ditjen Pemasyarakatan dan Irjen Kemenkumham RI disesuaikan tingkat pelanggarannya.
"Itu tim yang menentukan. Macam-macam ada ringan, sedang semua ada kategorinya. Sanksi berat bisa saja, semua mungkin, tetapi masih menunggu," kata Agung.
Terkait dengan delapan orang WBP yang diduga terlibat kasus pungli tersebut, menurut Agung, seluruhnya telah dipindahkan ke sejumlah lapas yang berbeda untuk dilakukan pembinaan.
"Ada yang ke Lapas Wirogunan (Kota Jogja), ada yang ke Lapas Wonosari Gunungkidul, melihat kemampuan lapas juga cukup enggak, 'kan di Lapas Cebongan itu memang kapasitasnya agak sedikit sehingga kami geser ke tempat lain," katanya.
BACA JUGA: Pemilik Maktour Travel Diperiksa KPK, Terkait Pencucian Uang Kasus SYL
Ia menyebut hukuman untuk delapan napi tersebut bakal menyesuaikan kategori dan tingkat kejahatannya.
Selain Kemenkumham, Polresta Sleman juga tengah menyelidiki kasus dugaan pungli di Lapas Kelas II B Sleman.
"Yang jelas kami komitmen untuk melakukan tindakan maupun penegakan hukum. Tentunya ini 'kan menyangkut pelayanan publik. Sekarang sudah adem 'kan," ucap Agung.
Untuk memastikan peristiwa serupa tak berulang, Agung mengklaim telah menggencarkan pemantauan layanan WBP di seluruh lapas di DIY.
"Bahkan, saya satu minggu turun ke lapangan melihat layanan, melihat pengamanan, melihat bahan makanan, layanan kesehatan kepada napi seperti apa," kata Agung Rektono Seto.
Sebelumnya, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY Agung Aribawa menjelaskan dalam kasus yang terjadi pada bulan November 2023, M diduga bersekongkol dengan delapan WBP untuk menawarkan layanan kamar yang lebih bagus atau kemudahan-kemudahan lain di Lapas Cebongan dengan menarik pungutan kepada napi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Coffee culture di Indonesia berkembang menjadi gaya hidup. Pelaku bisnis F&B menghadapi tren cepat dan tantangan bahan baku.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.