Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (tengah) didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY Dian Lhaksmi Pratiwi memberikan keterangan kepada wartawan tentang WBTb di Kompleks Kepatihan Jogja, Senin (27/5/2024)./ Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Sejumlah karya budaya asal DIY menerima sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kemendikbudristek RI, Senin (27/5/2024). Total ada 25 karya budaya yang ditetapkan pemerintah sebagai WBTb dari DIY yang bertujuan agar warisan tersebut dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.
Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X mengatakan, karya budaya yang ditetapkan itu cukup beragam ada yang berasal dari Kraton Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman dan juga kabupaten kota yang ada di wilayah setempat.
"Kami apresiasi kegiatan yang selama ini masih dilaksanakan dan dilestarikan oleh warga dengan segala dinamikanya," kata Wagub.
Pihaknya berharap dengan adanya penetapan itu masyarakat semakin semangat untuk melestarikan warisan budayanya. Selain itu juga mengajak generasi muda untuk ikut serta terlibat dalam aktivitas budaya agar proses transfer kebudayaan bisa terus terjaga dan terawat dengan optimal.
"Contohnya masyarakat di Kabupaten Gunungkidul yang sekarang sudah jarang mengkonsumsi growol. Padahal growol merupakan salah satu WBTb," katanya.
Adapun 25 karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTb itu yakni Sayur Abangan, Gendhing Sekaten, Sego Pari Gogo, Wader Liwet, Kesenian Thethelan, Bedhaya Bontit, Serimpi Merak Kasimpir, Bedhaya Genjong, Rodat, Srimpi Irim-Irim, Serimpi Kandha Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Tari Klana Alus Dasalengkara, Srimpi Gambir Sawit, dan Sadranan Mbah Jobeh.
BACA JUGA: Kuliner Bantul Wedang Uwuh Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Ada pula Upacara Adat Kirim Dowa, Upacara Adat Wotgaleh, Nyadran Joyo Kusumo, Jamasan Pusaka Kyai Londoh, Nyadran Situs Tirto/ Ki Gonotirto, Upacara Grebeg Ngenep, Saparan Kalibuko Kalirejo Kokap, Labuhan Parangkusumo, Ritual Adat Gunung Lanang, Sadranan Gunung Gambar, Jangan Lombok Ijo, dan Abangan.
Kemudian untuk Cagar Budaya Peringkat Nasional dari DIY yakni Jembatan Kereta Api di Sungai Progo/Jembatan Mbeling, Hotel Inna Garuda, Tamansari Kraton Jogja, dan Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada dan Komunitas Tari Yayasan Pamulang Beksa Sasongko.
Kepala Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY, Dian Lhaksmi Pratiwi menyebut, wilayah ini punya banyak potensi budaya yang bisa diajukan sebagai WBTb. Akan tetapi proses pengajuan itu cukup sulit dilakukan lantaran harus melewati proses yang panjang dan tahapan yang ketat.
Beberapa syarat karya budaya yang diajukan menjadi WBTb di antaranya harus ada kajian ahli, memiliki maestro, masyarakat pendukung, dan sudah terbukti dilakukan lebih dari dua generasi atau sudah lebih dari 50 tahun.
"Dari 50 yang kami ajukan ke pusat hanya 25 yang disetujui, sehingga DIY sekarang menjadi daerah terbanyak yang memiliki WBTb dengan jumlah 180," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.
Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di Malioboro pada 3 Oktober 2026. Jalan ditutup pukul 06.00-09.00 WIB.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.
Jadwal Asian Games 2026 30 September menghadirkan panjat tebing, gulat, tenis, sepak takraw, esports, hingga balap sepeda Indonesia.