Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Kepala BPS Kota Jogja Mainil Asni merilis komoditas penyebab inflasi dan deflasi di Kota Jogja sepanjang bulan Mei 2024 di Kantor BPS Kota Jogja, Senin (3/6/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat beberapa komoditas yang menyumbang angka inflasi dan deflasi di Kota Jogja pada bulan Mei 2024.
Kepala BPS Kota Jogja Mainil Asni menyebut komoditas utama penyumbang inflasi bulan Mei tak berbeda jauh jika dibanding bulan sebelumnya. Komoditas makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang angka inflasi, yakni mencapai 6 persen. Mainil menyebut pada komoditas ini terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari Mei 2023 sebesar 106,58 menjadi 112,98 pada Mei 2024.
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi year on year yaitu beras 0,43 persen, bawang putih 0,11 persen, gula pasir 0,08 persen, dan lain-lain," ujar Mainil saat ditemui di Kantor BPS Kota Jogja, Senin (3/6).
Seperti bulan sebelumnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya utamanya pada komoditas emas masih turut menyumbang angka inflasi. Mainil menyebut, kelompok perawatan dan jasa lainnya ini menyumbang inflasi hingga 6,48 persen secara year on year. Terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 105,38 pada Mei 2023 menjadi 112,21 persen pada Mei 2024. Emas perhiasan masih menyumbang angka inflasi sebesar 0,32 persen jika dibanding Mei 2023.
"Kalau inflasi, yang namanya emas itu memang secara internasional terjadi peningkatan. Ini terkait dengan perekonomian secara global pastinya. Tidak bisa Kota Jogja saja yang naik turun," imbuhnya.
BACA JUGA: Musim Liburan Akan Kerek Inflasi DIY Hingga Juni 2024
Sementara itu, kelompok transportasi menyumbang angka deflasi pada Mei 2024. Padahal sebulan sebelumnya, transportasi justru menyumbang angka inflasi yang cukup tinggi di Kota Jogja. Mainil mengatakan, kelompok transportasi mengalami deflasi month to month sebesar 0,12 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi yaitu tarif angkutan antar-kota, tarif kereta api, dan tarif angkutan udara.
Menurut Mainil, saat ini tarif transportasi saat ini sudah jauh lebih turun dibanding bulan April. Pada bulan April, pemerintah menerapkan kebijakan tuslah atau kenaikan harga transportasi menjelang hari raya Idul Fitri. Maka, saat itu kelompok transportasi menyumbang angka inflasi yang cukup besar. Berbanding terbalik dengan saat ini yang justru menyumbang angka deflasi.
"Tuslah kan hanya biasanya H-7 sampai H+7 lebaran dan sekarang sudah kembali normal. Dan itu (transportasi) sudah menjadi komoditas utama yang menyebabkan kita deflasi bulan ini," tutur Mainil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.