DIY Rasakan Imbas Pelarangan Study Tour
Gusti Kanjeng Ratu Bendara saat diwawancara di Kraton Ngayogyakarta, Kamis (6/6/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, KRATON—Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menuturkan pelarangan kegiatan study tour banyak memberikan imbas negatif bagi DIY. Pembatalan kunjungan study tour terjadi di beberapa destinasi.
Bendara menyebut pelarangan study tour sangat memberi dampak lantaran DIY masih menjadi daerah nomor 1 tujuan study tour di Indonesia. Dia menjelaskan, beberapa destinasi menerima pembatalan kunjungan.
"Satu minggu setelah larangan itu banyak sekali cancelation, banyak sekali. Bahkan sampai ada yang 100, 200 itu cancel. Jadi dampaknya cukup besar," ujar Bendara, Kamis (6/6/2024).
Bendara menegaskan tak seharusnya study tour dilarang. Namun memang pengawasannya yang perlu diketatkan. Menurut Bendara, setidaknya ada 3 unsur yang harus diperhatikan sebelum study tour dilaksanakan. Pertama, soalan kelengkapan perizinan yang dimiliki oleh perusahaan bus. Dia mendorong perusahaan bus untuk menjalankan usahanya secara legal.
"Ayolah kita periksa, jangan ilegal karena standar perizinan untuk memiliki sebuah bisnis bus itu minimum harus 5 busnya kalau tidak salah. Sedangkan banyak individu yang beli satu bus lalu jalan. Harganya dinegokan, kualitasnya dinegokan, pengecekkan mesin nanti-nanti," ungkapnya.
Baca Juga
Larangan Study Tour Mulai Bikin Wisata di DIY Lesu
Larangan Kegiatan Study Tour Sudah Berdampak ke Wisata Gunungkidul
Siswa di Klaten Kini Tidak Wajib Ikut Study Tour
Di sisi lain, penyedia tour juga diharapkan bisa menyediakan asuransi perjalanan. Jangan justru negosiasi untuk tidak menyediakan asuransi. Sebab, itu merupakan tanggung jawab penyedia tour. Orang tua juga diimbau untuk kritis. Tak ada salahnya untuk meminta transparansi dari sekolah terkait dengan penyedia tour, jenis bus, bahkan supir yang akan membawa kendaraan bus sampai ke tujuan.
"Ayo sekolah tranparansi karena yang biayai kan juga orang tua. Pemilihan travelnya, busnya, orang tua juga tahu travel dan bus yang mereka pakai sesuai tidak dengan standar yang mereka bayar," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share