Spanyol Comeback, Taklukkan Inggris 3-2 di Wembley
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Anggota KMY menyimak pidato yang disampaikan sesepuh mereka, Profesor Mahfud MD dalam Halal Bihalal Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) di Gedung Serbaguna Adisutjipto Jogja, Kamis (6/6/2024) malam. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Mantan Menkopolhukam Profesor Mahfud MD menghadiri pertemuan Halal Bihalal Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) di Gedung Serbaguna Adisutjipto Jogja, Kamis (6/6/2024) malam. Mahfud dalam kesempatan itu berbicara tentang industrialisasi ala Madura.
"Industri itu penting karena menopang ekonomi, tetapi kalau industrialisasi investor asing masuk disertai ditempat hiburan malam dan lain-lain. Maka ketika pertengahan tahun 1990-an ada wacana industrialisasi di Madura, ada penolakan dan sejumlah syarat," kata Mahfud di hadapan ribuan warga Madura yang tinggal di Jogja.
BACA JUGA : Mahfud MD : Tidak Ada Petugas Partai, Kami Ini Adalah Petugas Konstitusi
Mahfud mengungkap warga Madura memberikan tiga syarat industrialisasi yaitu Islami, Indonesiawi dan Madurawi. Menurutnya masyarakat muslim di Madura sangat banyak sehingga pembangunan harus menjunjung tinggi atau dengan suasana Islam.
Sedangkan Indonesiawi, bahwa Madura memiliki komitmen kebangsaan dan rasa nasionalisme yang kuat sehingga proses pembangunan industrialisasi harus tetap berada dalam koridor NKRI dan jangan memecah belah. "Kemudian syarat Madurawi sebenarnya tidak bisa lepas dari Islami, bahwa orang Madura taat beragama, selalu menghormati ulama, punya kesantunan," katanya.
Ketua Panitia Kegiatan Keluarga Madura Yogyakarta Ibnu Hajar mengatakan kegiatan pertemuan itu bertujuan untuk mempererat silaturahmi warga Madura di Jogja. KMY berisi kalangan mahasiswa, pelaku usaha atau niagawan dan akademisi. Ia mencontohkan pelaku usaha yang di maksud di antaranya pedagang sate, toko kelontong, pangkas rambut, penjual burjo dan tukang gigi.
BACA JUGA : Salat Idulfitri di UGM, Mahfud MD : Ilmu Pengetahuan Tak Boleh Pisah Dari Iman
"Kami warga Madura tetap menjaga semangat kebangsaan, nasionalisme. Di satu sisi kami sangat menjunjung tinggi kebangsaan namun kami juga patuh pada agama. Kami sepakat untuk menjaga kerukunan, toleransi khususnya di Jogja. Karena kami merantau maka harus saling menjaga kenyamanan dengan seluruh masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
Wacana pendidikan gratis Prabowo hingga PTN membutuhkan anggaran dan skema jelas, termasuk untuk PTS serta daerah 3T.