UKDW Masuk Top 100 WURI 2026
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
Suasana bedah buku bertajuk Mendambakan Rumahku Surgaku yang digelar di Balai Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Bantul, pada Rabu (19/6/2024) siang. Harian Jogja/Jumali
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku di Balai Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Bantul, pada Rabu (19/6/2024) siang.
Bedah buku bertajuk Mendambakan Rumahku Surgaku, karya dari Emir Rizal Lubis tidak hanya untuk meningkatkan minat baca warga. Namun, bedah buku kali ini juga sebagai salah satu sarana sosialisasi keberadaan Perda DIY No.7/2018 tentang Pembangunan Ketahanan Keluarga.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sistem Kearsipan DPAD DIY, Wardoyo menyampaikan bedah buku tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Karena diakui atau tidak perkembangan teknologi telah berdampak kepada penurunan minat dan kegemaran membaca di tingkat keluarga.
"Tentunya Ini jadi tanggung jawab kami. Oleh karena itu kami mendorong masyarakat agar gemar membaca. Karena banyak ilmu didapatkan dengan membaca," kata dia, Rabu.
Menurut dia, pihaknya sengaja membedah buku bertajuk Mendambakan Rumahku Surgaku agar masyarakat paham bagaimana menciptakan rumah tangga yang ideal. Keluarga bisa terbentuk sesuai dengan aturan agama dan aturan yang berlaku. "Akan banyak ilmu didapatkan dari kegiatan ini. Untuk itu kami berharap agar ke depan minat baca masyarakat juga semakin tinggi," harapnya.
Anggota DPRD DIY, Umaruddin Masdar mengungkapkan dirinya berharap agar minat baca masyarakat lebih meningkat dengan adanya kegiatan bedah buku ini. Meskipun DIY saat ini minat baca dan literasinya tertinggi di Indonesia. "Kami berharap agar ini bisa ditingkatkan. Karena mempertahankan lebih sulit, ini jadi tantangan buat kita bersama," katanya.
Lebih lanjut Umaruddin mengungkapkan, bedah buku juga sebagai sarana untuk mengenalkan keberadaan Perda DIY No.7/2018 tentang Pembangunan Ketahanan Keluarga. "Bagaimana cara membangun keluarga atau rumah yang menjadi surga bagi anak-anak. Karena itu menjadi fondasi pembangunan daerah, karena kunci dari generasi yang unggul ada di keluarga," katanya.
Umaruddin menambahkan, generasi yang unggul biasanya berasal dari keluarga yang baik dan kuat. Oleh karena itu dia berharap, dengan adanya bedah buku ini, mampu membuka wawasan bagi warga mengenai bagaimana membangun keluarga.
"Karena akan ada pembahasan mengenai kompleksitas masalah keluarga dan bagaimana cara menanganinya ke depan. Agar keluarga bisa menjadi sekolah pertama bagi anak yang akan mencetak generasi yang unggul," ungkap Umaruddin.
Perwakilan penerbit Pustaka Hidayah, Nurul Aini mengatakan, buku Mendambakan Rumahku Surgaku terdiri dari 21 bab. Isi buku membahas mulai dari bagaimana pasangan hidup, saat mengandung, mendidik anak sampai kepada bagaimana memperoleh kesempurnaan agama melalui keluarga.
"Untuk itu, dalam kehidupan kita harus tetap ingat Allah. Karena untuk mencapai rumahku surgaku selain dibangun dengan suatu niatan dan cara yang sesuai dengan agama, juga tidak mengabaikan aturan yang berlaku. Sehingga ke depan tidak akan mendatangkan perselisihan dan meninggalkan kesulitan baik di kehidupan keluarga maupun pasangan saat menghadap sang pencipta," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)