Astrid Dorong Solo Jadi Kota Wisata Sekaligus Pusat Pengetahuan
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Festival Upacara Adat 2024 di Lapangan Kantor Kapanewon Cangkringan. Kegiatan tersebut itu diikuti oleh perwakilan 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman, Rabu (18/6/2024) ist
Harianjogja.com, SLEMAN–Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Festival Upacara Adat 2024 di Lapangan Kantor Kapanewon Cangkringan. Kegiatan tersebut itu diikuti oleh perwakilan 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyambut gembira atas pelaksanaan Festival Upacara Adat 2024. Bagi Danang, kegiatan ini menjadi bagian dari usaha bersama untuk melindungi, memelihara dan melestarikan beberapa upacara adat yang ada di setiap Kapanewon. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Danang mendorong agar masyarakat dapat mengenal lebih jauh Upacara Adat dari setiap Kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Masih Dinamis, Parpol di Sleman Belum Juga Tentukan Nama untuk Maju Pilkada
“Saya yakin setiap Kapanewon memiliki tradisi upacara adat yang hampir setiap tahunnya dilaksanakan di wilayah masing-masing. Sehingga ini menjadi tugas kita, bahwa upacara adat tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi bagaimana agenda ini kita kemas dalam sebuah acara festival agar upacara ini dapat dinikmati seluruh masyarakat Sleman,” ujar Danang melalui rilisnya, Kamis (20/6/2024).
Menurut Danang, Festival Upacara Adat juga menjadi media edukasi bagi anak muda tentang kebudayaan lokal Sleman. Terlebih lagi, pada setiap penampilan memiliki makna dan nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dia berharap, pelaksanaan Festival Upacara Adat ini dapat kembali dilanjutkan dengan melibatkan kelompok-kelompok budaya dari berbagai usia, sehingga pesan yang disampaikan akan lebih mudah dipahami baik oleh pemeran ataupun penonton.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Sleman Arif Marwoto menyampaikan, Festival Upacara Adat dilaksanakan sebagai upaya penguatan nilai kearifan lokal. Selain itu, penyelenggaraan kegiatan ini juga dikatakan Arif meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Upacara Adat yang dimiliki pada masing-masing Kapanewon, serta mewariskan nilai-nilai kearifan lokal pada generasi muda.
“Bentuk kegiatan ini berupa penampilan berbagai upacara adat yang ada di Sleman dalam bentuk arak-arakan dan penampilan di depan dewan juri,” begitu jelas Arif.
Arif menambahkan, festival ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 19-20 Juli 2024. Seluruh peserta akan dinilai oleh dewan juri yang merupakan seniman dan budayawan lokal. Ia pun mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk menikmati festival ini secara langsung di halaman Kapanewon Cangkringan ataupun melalui kanal YouTube Kundha Kabudayan Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 7 Oktober 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif DAMRI YIA-Jogja lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo lengkap di sini.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.