GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memantau jalannya pelayanan publik dan adminduk di sejumlah instansi di lingkup Pemerintahan Kabupaten Sleman, Kamis (20/4/2023). - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman mendorong penduduk Sleman non permanen untuk mendaftarkan data administrasi kependudukan (Adminduk). Sosialisasi dan edukasi perlu terus digencarkan.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menjelaskan sadar administrasi kependudukan sangat penting, tidak hanya penting untuk warga yang tinggal permanen di Sleman tetapi juga untuk non permanen seperti mahasiswa, pendatang dan lain sebagainya untuk mengantisipasi masalah yang bisa muncul di kemudian hari.
BACA JUGA: Masih Dinamis, Parpol di Sleman Belum Juga Tentukan Nama untuk Maju Pilkada
Menurutnya, masyarakat harus senantiasa diedukasi agar menyadari pentingnya tertib adminduk. Oleh karena itu masyarakat harus melakukan pembaharuan data kependudukannya setiap ada perubahan.
“Dengan demikian data kependudukan yang dimiliki masyarakat valid dan up to date,” ujarnya dalam Workshop Implementasi Pendaftaran Penduduk Nonpermanen dan Penduduk Rentan Adminduk yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sleman, Kamis (20/6/2024) di Kantor Kapanewon Depok.
Penduduk non permanen merupakan penduduk yang memiliki identitas KTP-el dan KK luar padukuhan yang berdomisili di wilayahnya baik menempati rumah sendiri, tempat kost, rumah sewa maupun rumah kontrak.
“Setiap kedatangan penduduk di wilayah padukuhan dikunjungi dan didaftar identitasnya dengan harapan dapat tercipta kehidupan masyarakat tetap komunikatif, guyub rukun, tentram dan tertib,” katanya.
Workshop ini menurutnya adalah upaya mengedukasi serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya tertib administrasi kependudukan khususnya bagi penduduk non permanen di Sleman.
Ia mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk selalu melaporkan setiap perubahan data kependudukan ke Dinas Dukcapil. Dengan data kependudukan yang tepat dan akurat akan mempermudah seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah-langkah kebijakan dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan
Sosialisasi dan edukasi perlu terus digencarkan untuk mendukung upaya ini. “Saya mengharapkan agar sosialisasi, pembinaan dan edukasi terhadap penduduk perlu dilakukan secara aktif dan berkesinambungan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.