Kemendikdasmen Target Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Lokasi koperasi Bank Difabel yang dikembangkan dengan berbasis website. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Koperasi Bangun Akses Kemandirian Difabel (Bank) Difabel Ngaglik, Sleman kini dikembangkan dengan berbasis digital atau website untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas di Kecamatan Ngaglik, Sleman.
Pengembangan ini dilakukan oleh sejumlah akademisi terdiri atas Rusdianto, Rintan Nuzul Ainy, dan Amir Hidayatulloh yang merupakan dosen Akuntansi UAD, Tedy Setiadi dari Teknik Informatika dan Sudarmini dari Pendidikan Bahasa serta Sastra Indonesia serta sejumlah mahasiswa Teknik Informatika.
BACA JUGA : Lewat Sarasehan Sastra dan Disabilitas, TBY Berkomitmen Wujudkan Ruang Inklusif
Ketua Tim Rusdianto menjelaskan pengembangan ini melalui serangkaian tahapan seperti survei kebutuhan, review proses bisnis, penyampaian proto type, hingga pelatihan sistem bagi difabel.
"Sistem koperasi berbasis web [digital] yang kami kembangkan ini diharapkan dapat membantu Koperasi Pemasaran Bangun Akses Kemandirian [Koperasi Bank] Difabel dalam mengelola keuangan secara lebih efisien serta membuka peluang untuk berkembang ke ranah pemasaran," katanya Selasa (25/6/2024).
Proto type sistem berbasis web telah disampaikan pada tanggal 6 Januari 2024 dan hingga Juni 2024 ini telah mencapai 90% pengerjaan. Pada Juli 2024 ini akan mulai disosialisasikan sistem kepada pengurus, dan tim bersiap mendampingi pengaplikasian sistem koperasi berbasis website.
"Harapannya dengan adanya sistem ini, koperasi dapat meningkatkan layanan kepada anggota, memperluas jangkauan usaha, dan secara keseluruhan meningkatkan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas di wilayah tersebut," kata Rintan Nuzul Ainy.
Adapun koperasi ini didirikan untuk memberikan wadah bagi penyandang disabilitas yang memiliki usaha ekonomi produktif namun terbatas oleh kendala modal. Akan tetapi seiring pertumbuhan koperasi yang pesat, pengurus menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya terbatasnya kemampuan keuangan yang menuntut adanya sistem keuangan yang terintegrasi.
"Selain itu, meski pun memiliki izin operasional dalam bidang pemasaran, kegiatan koperasi masih fokus pada simpan pinjam karena keterbatasan sumber daya dan kurangnya perencanaan usaha yang memadai. Melalui sistem berbasis web, ini bisa meningkatkan aksesibilitas untuk kemandirian ekonomi," ujar Tedy Setiadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Setir mobil terasa berat? Kenali 8 penyebab utama, mulai dari pompa power steering hingga tekanan ban, serta 5 cara mengatasinya untuk keselamatan Anda.
Qualcomm naikkan harga chip mulai September 2026. Dampaknya, harga HP flagship Samsung, laptop, dan gawai pintar dipastikan ikut melonjak.
Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia. Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara hingga pengganti definitif d
Mercedes terancam dilarang jual di AS karena kepemilikan saham China di atas 20%. RUU Senat batasi 15%, namun sinyal tak akan larang merek ini.
BLACKPINK cetak sejarah! Video "Ddu-Du Ddu-Du" tembus 2,4 miliar view di YouTube, pertama dari grup K-Pop. Simak daftar video miliaran mereka.