Prakiraan Cuaca DIY Minggu 27 September, Belum Ada Tanda Turun Hujan
Prakiraan cuaca DIY Minggu 27 September 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berpotensi mengalami udara kabur.
Lokasi koperasi Bank Difabel yang dikembangkan dengan berbasis website. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Koperasi Bangun Akses Kemandirian Difabel (Bank) Difabel Ngaglik, Sleman kini dikembangkan dengan berbasis digital atau website untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas di Kecamatan Ngaglik, Sleman.
Pengembangan ini dilakukan oleh sejumlah akademisi terdiri atas Rusdianto, Rintan Nuzul Ainy, dan Amir Hidayatulloh yang merupakan dosen Akuntansi UAD, Tedy Setiadi dari Teknik Informatika dan Sudarmini dari Pendidikan Bahasa serta Sastra Indonesia serta sejumlah mahasiswa Teknik Informatika.
BACA JUGA : Lewat Sarasehan Sastra dan Disabilitas, TBY Berkomitmen Wujudkan Ruang Inklusif
Ketua Tim Rusdianto menjelaskan pengembangan ini melalui serangkaian tahapan seperti survei kebutuhan, review proses bisnis, penyampaian proto type, hingga pelatihan sistem bagi difabel.
"Sistem koperasi berbasis web [digital] yang kami kembangkan ini diharapkan dapat membantu Koperasi Pemasaran Bangun Akses Kemandirian [Koperasi Bank] Difabel dalam mengelola keuangan secara lebih efisien serta membuka peluang untuk berkembang ke ranah pemasaran," katanya Selasa (25/6/2024).
Proto type sistem berbasis web telah disampaikan pada tanggal 6 Januari 2024 dan hingga Juni 2024 ini telah mencapai 90% pengerjaan. Pada Juli 2024 ini akan mulai disosialisasikan sistem kepada pengurus, dan tim bersiap mendampingi pengaplikasian sistem koperasi berbasis website.
"Harapannya dengan adanya sistem ini, koperasi dapat meningkatkan layanan kepada anggota, memperluas jangkauan usaha, dan secara keseluruhan meningkatkan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas di wilayah tersebut," kata Rintan Nuzul Ainy.
Adapun koperasi ini didirikan untuk memberikan wadah bagi penyandang disabilitas yang memiliki usaha ekonomi produktif namun terbatas oleh kendala modal. Akan tetapi seiring pertumbuhan koperasi yang pesat, pengurus menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya terbatasnya kemampuan keuangan yang menuntut adanya sistem keuangan yang terintegrasi.
"Selain itu, meski pun memiliki izin operasional dalam bidang pemasaran, kegiatan koperasi masih fokus pada simpan pinjam karena keterbatasan sumber daya dan kurangnya perencanaan usaha yang memadai. Melalui sistem berbasis web, ini bisa meningkatkan aksesibilitas untuk kemandirian ekonomi," ujar Tedy Setiadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Minggu 27 September 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berpotensi mengalami udara kabur.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.