Masih Ada 900 Antrean PBG, Pemkot Jogja Targetkan Tuntas Segera
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan penyelesaian sekitar 900 berkas permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang hingga kini masih mengantre. Pemkot
Ilustrasi braille./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—KPU Bantul mengklaim seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bantul ramah disabilitas. Bahkan, KPU Bantul mengaku akan memfasilitasi pemilih disabilitas dengan alat bantu braille.
Berdasarkan catatan KPU Bantul saat ini ada 6.860 orang disabilitas yang terdaftar dalam DPT Kabupaten Bantul. Dari jumlah tersebut, ada 656 orang disabilitas netra, 2.744 orang disabilitas fisik, 2.145 orang disabilitas mental, 669 orang disabilitas wicara, 251 orang disabilitas rungu, dan 395 disabilitas intelektual.
Ketua KPU Bantul, Joko Santosa menyampaikan pihaknya berupaya meningkatkan partisipasi pemilih disabilitas dengan menyediakan TPS yang mampu mengakomodasi kebutuhan pemilih disabilitas di Bantul.
‘Kami memberikan instruksi kepada seluruh jajaran kami di badan ad hoc dalam mendirikan TPS 3.166 TPS harus dibangun accessible, sehingga ramah terhadap penyandang disabilitas baik itu disabilitas netra, dan fisik,” ujarnya, Jumat (19/1/2024).
Dia menyampaikan di setiap TPS akan disediakan template braille untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sementara untuk pemilihan lainnya tidak disediakan.
“Template itu karena huruf braille terbatas ukurannya yang memungkinan disediakan hanya [Pemilihan] Presiden dan DPD, sementara untuk legislatif yang jumlahnya dan surat suaranya besar dan tulisannya kecil memang belum ada templatenya,” katanya.
Karena itu, menurut Joko, saat pemilih disabilitas netra melakukan pencoblosan akan didampingi oleh keluarga atau anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di setiap TPS. KPU Bantul pun telah menyiapkan surat pernyataan bagi pendamping untuk menjaga kerahasiaan pilihan pemilih disabilitas.
Selain disabilitas netra, KPU Bantul juga akan menyediakan fasilitas pendukung bagi pemilih disabilitas lain seperti kursi roda dan TPS yang mudah dijangkau oleh pemilih disabilitas fisik lainnya.
BACA JUGA: KPU Bantul Bakal Dirikan 22 TPS Khusus, Ini Lokasinya
Dia menyampaikan sebelumnya KPU Bantul telah menyelenggarakan pendidikan pemilih bagi pemilih disabilitas. Dalam pendidikan pemilih tersebut KPU Bantul menggandeng sejumlah komunitas disabilitas yang ada dengan tujuan meningkatkan partisipasi pemilih disabilitas dalam Pemilu 2024.
Melalui pendidikan pemilih tersebut, pemilih disabilitas diberikan edukasi mengenai tata cara menggunakan hak pilih dan ketentuan sahnya surat suara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan penyelesaian sekitar 900 berkas permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang hingga kini masih mengantre. Pemkot
Kapolri Listyo Sigit ingin jadi aktivis setelah pensiun. Ia bahkan berseloroh siap turun ke jalan ikut demo buruh.
Argentina kalahkan Honduras 2-0 meski tanpa Messi. Lautaro Martinez dan Giuliano Simeone jadi penentu kemenangan.
Pemkot Jogja bedah 30 rumah tanpa APBD dan APBN. Program gotong royong warga dan CSR ini langsung dirasakan manfaatnya.
Hampir 17 ribu haji reguler 2026 akan menginap di hotel bintang 4 dan 5 di Madinah, dekat Masjid Nabawi. Prioritas untuk lansia.
Penembakan dekat festival di Toledo melukai warga. Sepanjang 2026, kasus serupa di AS sudah ratusan dengan ratusan korban.