Dana Padukuhan Jadi Senjata Bantul Kurangi Kemiskinan
Bappeda Bantul mengandalkan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) sebagai ujung tombak penanggulangan kemiskinan hingga tingkat padukuhan.
Atlet disabilitas se-DIY bergambar bersama setelah mengikuti program Mendobrak Batas yang digelar oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY di Balai Lanthip, UTDI Jogja, Jumat (1/8/2025). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL – Sebanyak 278 atlet disabilitas dari seluruh kabupaten/kota di DIY mengikuti program “Mendobrak Batas” yang digelar oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY.
Kegiatan ini menjadi langkah untuk membangun sistem pembinaan olahraga disabilitas yang berkelanjutan, terstruktur, dan inklusif.
Ketua Umum NPCI DIY, Imam Kunantoro menyebut program ini bukan sekadar ajang pencarian bakat, tapi juga upaya serius pihaknya dalam memperkuat fondasi olahraga disabilitas di daerah.
“Program ini menghasilkan pencapaian luar biasa, dari target 150 peserta, justru menjaring 278 atlet,” ujar Imam saat kegiatan talent scouting di Balai Lanthip, UTDI Jogja, Jumat (1/8/2025).
Imam menjelaskan, program telah dimulai sejak pertengahan Juli, diawali dengan sosialisasi di lima kabupaten/kota pada 16–17 Juli 2025 dan pendaftaran peserta pada 16–20 Juli. Dari total peserta, sebanyak 202 mengikuti seleksi tahap pertama dengan rincian Bantul: 33 peserta (17 fisik, 6 netra, 10 grahita); Gunungkidul: 30 peserta (16 fisik, 4 netra, 10 grahita); Kulon Progo: 36 peserta (18 fisik, 8 netra, 10 grahita); Sleman: 38 peserta (20 fisik, 8 netra, 10 grahita) dan Kota Jogja: 65 peserta (20 fisik, 35 netra, 10 grahita)
Untuk mendukung akurasi seleksi, NPCI DIY menggandeng NPC Indonesia dan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY dalam pelatihan teknik talent scouting pada 19 Juli.
Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, menyebut program ini sebagai awal penting untuk kemajuan olahraga disabilitas di DIY. “Setiap individu memiliki potensi unik. Program ini menjadi jembatan untuk membantu atlet disabilitas menemukan, mengasah, dan memancarkan bakatnya. Kami ingin mereka mencapai versi terbaik dari dirinya,” ucap Suhirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bappeda Bantul mengandalkan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) sebagai ujung tombak penanggulangan kemiskinan hingga tingkat padukuhan.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.