Pengrajin Batik Rinakit Perkuat Inovasi Produk
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Pemilahan, Penimbangan dan Pengolahan Sampah Hasil Bersih – Bersih Sungai Muara Baros Dilakukan oleh Tim Srikandi PT PLN (Persero) JBTB Tempat Pengelolaan Limbah Organik Baros./ Ist
BANTUL-Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup, PT PLN (Persero) UIP JBTB menggelar Employee Green Involvement Tahun 2024 yang dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional Tahun 2024 pada tanggal 05 Juni 2024. Kegiatan bersih – bersih sungai ini dilaksanakan di Sungai Muara Baros, Baros, Kel. Tirtohargo, Kec. Kretek, Kab. Bantul, Yogyakarta.
Program Employee Green Involvement Tahun 2024 di Sungai Muara Baros, Yogyakarta ini yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) UIP JBTB dengan menggerakan elemen lingkungan kerja di wilayah Yogyakarta yaitu Unit Pelaksana Proyek JBTB 1 Yogyakarta dan Tim Srikandi PT PLN (Persero) UIP JBTB dengan konsep utama kegiatan pembersihan dan pengolahan sampah di kawasan yang banyak timbunan sampah misalnya di sungai, pesisir, pantai atau lokasi lainnya yang tampak perlu dilakukan pembersihan sampah.
Di tempat terpisah, Senior Manager Perencanaan, selaku PLH General Manager PT PLN (Persero) UIP JBTB, I Wayan Semudiarsa menyatakan dalam kegiatan Employee Green Involvement Tahun 2024 ini, PLN UIP JBTB selain memberikan bantuan pembinaan kepada warga sekitar, juga memberikan bantuan berupa perlengkapan bersih – bersih Sungai Muara Baros dan pembuatan tempat pemilahan sampah.
“Kegiatan bersih – bersih sampah di Sungai Muara Baros, Yogyakarta ini dilakukan oleh PLN UIP JBTB bersama Tim Srikandi PLN UIP JBTB bersinergi dan berkolaborasi dengan Keluarga Pemuda Pemudi Baros (KP2B), Kepala Kelurahan Tirtohargo dan Kepala Dusun Baros, serta warga sekitar, jelas I Wayan.”
Srikandi Champion PT PLN (Persero) UIP JBTB, Gina Widiasari di tempat terpisah mengatakan aksi nyata yang dilakukan oleh PLN UIP JBTB dengan melibatkan Tim Srikandi ini bertujuan untuk memberikan ruang gerak kepada pegawai dalam melakukan kegiatan sukarela yang dapat meningkatkan kualitas hidup serta memberikan wadah kepada pegawai untuk terlibat dalam program kepedulian sosial kemasyarakatan.
“Melalui Program Employee Green Involvement Tahun 2024, PLN tentunya bersinergi untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Social Development Goals (SDGs) 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab yang digagas pemerintah untuk tercapai di tahun 2030, kegiatan bersih – bersih sungai ini merupakan wujud nyata konstribusi PLN dalam pengurangan sampah di Indonesia, terang Gina.”
“Membersihkan, mengumpulkan, memilah sampah kemudian mendistribusikan sampah ke bank sampah hingga pengolahan sampah menjadi barang berdaya guna adalah sasaran utama kegiatan Employee Green Involvement Tahun 2024 yang digelar oleh PT PLN (Persero) UIP JBTB, dan itu oleh Tim Srikandi dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak yang terlibat sudah terlaksana dan termonitor dengan baik sepanjang acara ini dilaksanakan,” tutup Gina. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto