Momen Spontan Yamal Bikin Penjualan Celana Dalam Merek Ini Melonjak
Lamine Yamal tanpa sengaja promosi celana dalam 6PM di final Piala Dunia 2026. Penjualan melonjak, beberapa model habis terjual. Simak kisah viral ini!
Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul bersama dengan Pemkal Srimulyo akan memasifkan sosialisasi kepada warga Srimulyo menyusul penolakan pembangunan TPS sementara di Puncak Bucu, Kaligatuk, Srimulyo, Piyungan.
Lewat sosialisasi diharapkan rencana pembangunan TPS sementara di lahan milik Sultan Grond seluas 5.000 meter tersebut bisa segera terealisasi.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengungkapkan saat ini TPS sementara di Gadingsari, Sanden dalam tahap kritis, karena sudah penuh. Dari enam lubang dengan ukuran 10x13 meter, dan kedalaman empat meter per lubang, tinggal satu lubang yang masih bisa digunakan.
"Jika tidak segera [pembangunan TPS sementara di Puncak Bucu), maka masalah sampah ini akan semakin susah ditangani. Untuk itu, besok kami akan bertemu warga, akan kami pahamkan mengenai teknis dan permasalahan sampah yang saat ini ada," katanya, Senin (1/7/2024) siang.
Saat pertemuan dengan warga tersebut, Bambang mengungkapkan pihaknya akan menjelaskan secara teknis terkait dengan pembangunan TPS. Lahan TPS tersebut akan dilapisi dengan geomembran sebelum digunakan untuk menampung sampah. DLH juga menyiapkan lindi tampungan sampah tidak mencemari lingkungan sekitar.
"Termasuk kajian lingkungan untuk penampungan sampah di lokasi tersebut," ungkap Bambang.
Bambang memperkirakan di TPS sementara Puncak Bucu akan mampu menampung sampah hingga 100 ton per hari. TPS sementara tersebut rencana hanya akan digunakan selama 4 bulan. Karena, pihaknya menargetkan ITF Bawuran, ITF Modalan dan TPST Dingkikan yang kini dibangun sudah bisa digunakan.
Untuk TPST Dingkikan, Bambang menambahkan, pertengahan Juli, satu modul (kapasitas 20 ton) sudah bisa digunakan. Karena DLH masih harus menyambungkan listrik dan mengeset alat di TPST tersebut.
"Minggu ini di sana kami fokuskan untuk menyambungkan listrik dan mengeset alat. Setelah itu, kami butuh waktu sepekan untuk diklat pekerjanya. Karena sekarang pekerjanya sudah ada. Setelah itu baru bisa kami operasionalkan," katanya.
Sebelumnya, warga Srimulyo memasang sejumlah spanduk berisi penolakan dan ditempatkan di sekitar lokasi rencana pembangunan TPS. Adapun tulisan spanduk yang dipasang tersebut di antaranya, "Pembuangan sampah di Bucu cederai lingkungan kami, sawah jadi sampah air pun jadi limbah," "Tolak pembuangan di Bucu,"
Dikonfirmasi terkait penolakan pendirian TPS sementara, Lurah Srimulyo Wajiran mengatakan, sejatinya lokasi untuk pembangunan TPS Sementara belum ada. Meskipun diakuinya, ada penolakan dari warga terkait dengan pembangunan TPS sementara di Puncak Bucu.
"Jadi finalnya belum. Masih akan didiskusikan nanti antara kami dengan DLH Bantul," kata Wajiran, Senin (1/7/2024).
Menurut Wajiran, untuk menyelesaikan persoalan adanya penolakan dari warga sekitar Puncak Bucu, Pemkal Srimulyo dan DLH akan menggelar pertemuan dengan warga pada Selasa (2/7/2024).
Diharapkan dengan adanya pertemuan tersebut maka didapatkan pemahaman warga terkait urgenitas pendirian TPS sementara di tempat tersebut. "Jadi besok kami undang mereka. Nanti akan kami lakukan komunikasi terkait dengan persoalan tersebut. Jadi sosialisasi ini semakin banyak yang dilibatkan semakin bagus, karena ini berkaitan dengan sampah," imbuh Wajiran.
BACA JUGA: Sampah di Depo Membeludak dan Meluber, Warga Pengok Geruduk Kantor DLH Kota Jogja
Wajiran mengungkapkan, selain di Puncak Bucu, sejatinya Pemkal Srimulyo telah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif, di antaranya Prayan, dan puncak Bukit Tumpang. Hanya saja, untuk yang di Prayan, sudah dipastikan TPS sementara tidak bisa dibangun karena terlau berdekatan dengan pemukiman warga.
"Jadi tinggal mana yang akan dipilih. Mana yang risikonya paling kecil," papat Wajiran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lamine Yamal tanpa sengaja promosi celana dalam 6PM di final Piala Dunia 2026. Penjualan melonjak, beberapa model habis terjual. Simak kisah viral ini!
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.