Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Optimalkan Pelayanan Publik
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas layanan, BPJS Kesehatan hadir di tengah masyarakat dengan mengadopsi teknologi digital inovatif. /Istimewa
BANTUL—Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas layanan, BPJS Kesehatan hadir di tengah masyarakat dengan mengadopsi teknologi digital inovatif. Aplikasi Mobile JKN hadir menciptakan perubahan baru dalam memudahkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengakses pelayanan kesehatan di manapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Fitur antrean online menjadi salah satu andalan peserta JKN untuk menghemat waktu tunggu di fasilitas kesehatan yang dikunjungi.
Bambang Edi Prasetyo (40) telah menggunakan Aplikasi Mobile JKN sejak pertama kali peluncuran hingga saat ini. Ditemui saat sedang melakukan kontrol rutin di Poli Mata RSU PKU Muhammadiyah Bantul, Jumat (05/07), ia mengaku aplikasi tersebut memudahkannya dalam melakukan pendaftaran ke rumah sakit, tidak perlu menunggu lama, dan dapat memperkirakan waktu datang.
“Pada hari itu, saya tidak ingat jika harus melakukan pemeriksaan ke salah satu klinik di wilayah Bantul. Sepulang dari kantor saat melakukan perjalanan menuju klinik, saya menepi sebentar untuk melakukan pendaftaran, Beruntung saat itu pendaftaran melalui antrean online masih bisa dilakukan. Tidak sampai satu menit, nomor antrean sudah didapatkan. Saya dapat melanjutkan perjalanan ke klinik dengan tenang. Ternyata sampai di klinik, pelayanannya sangat cepat. Begitu saya sampai, langsung dilayani dan tidak perlu mengantre,” terang Bambang.
Salah satu warga Bantul ini mengetahui informasi peluncuran Aplikasi Mobile JKN melalui banneryang terpasang di depan rumah sakit. Saat itu juga ia langsung membuka menu PlayStore dan mengunduh aplikasi tersebut. Namun, pada saat awal penggunaan, ia masih menemui beberapa kendala. Menurutnya, saat ini tampilan Aplikasi Mobile JKN sudah jauh lebih bagus dan responsif. Tidak hanya itu, berdasarkan pengalamannya, nomor antrean pada fitur antrean online sudah real time dan dapat dipantau setiap saat.
Bambang turut merasakan perjalanan panjang lahirnya program jaminan kesehatan sejak diselenggarakan oleh PT Askes (Persero) hingga bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan. Perjalanan tersebut menemaninya untuk melangkah dengan optimis dan yakin bahwa kondisi matanya akan terus membaik. Ia mengaku telah memanfaatkan JKN sudah sangat lama, sejak duduk di bangku sekolah.
“Saat sekolah, kondisi mata saya tidak seperti biasanya. Rasanya pegal untuk melihat. Kemudian saya periksa ke salah satu rumah sakit di wilayah Sleman menggunakan Askes yang saya miliki. Dokter menyatakan saya terkena glaukoma, sehingga harus kontrol secara teratur untuk meminimalisir risiko kehilangan penglihatan. Sampai sekarang, saya masih rutin untuk mengecek kondisi mata saya menggunakan JKN ke Klinik Kartika Husada Bantul kemudian dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul”, ujar Bambang.
Menurut Bambang, pelayanan kesehatan baik di klinik maupun rumah sakit sudah jauh lebih baik, lebih cepat, dan sangat mudah. Ia merasa lebih nyaman, tidak ada lagi administrasi yang berbelitbelit. Bambang cukup menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) Digital di loket pendaftaran. Fitur ini juga ada pada salah satu menu Aplikasi Mobile JKN. Petugas klinik maupun rumah sakit tidak lagi diperkenankan meminta berkas salinan identitas peserta JKN dalam bentuk apapun.
“Saat ini tampilan Aplikasi Mobile JKN sudah bagus, tetapi jika tampilannya didesain lebih sederhana, aplikatif dan informatif bagi peserta JKN, mungkin akan lebih baik lagi. Dengan demikian, peserta JKN akan semakin tertarik untuk mengunduh aplikasi tersebut. Hal ini tentu akan berdampak besar terhadap efisiensi dan efektivitas akses pelayanan kesehatan,” harap
Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP1 MotoGP Jepang 2026, mengungguli Jorge Martin dan Marco Bezzecchi di Sirkuit Motegi.
Sweet Caroline milik Neil Diamond punya sejarah panjang di arena olahraga. Kini lagu ini ikut terdengar dalam perayaan suporter Timnas Indonesia.
Mario Aji finis P24 di FP1 Moto2 Jepang 2026 dengan waktu 1:48,996 detik. Manuel Gonzalez menjadi yang tercepat.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.