BEDAH BUKU: UMKM Didorong Naik Kelas lewat Penguatan Branding
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan.ist
BANTUL– Pelayanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah membantu banyak peserta merasakan kemudahan akses layanan kesehatan yang baik. Kehadiran Program JKN juga memberikan inovasi-inovasi baru yang memudahkan peserta.
Salah satu peserta yang merasakan kemudahan ini adalah Niken Nike Cahyati. Warga Kabupaten Kulon Progo ini menceritakan pengalamannya menemani sang ayah mengakses layanan JKN di rumah sakit.
BACA JUGA: Persalinan Sesar Mudah Tanpa Biaya
Dirinya menerangkan mengenai keluhan awal saat ayahnya terkena demam berdarah. Ayah Niken sempat mengeluhkan demam yang tidak kunjung turun, merasa sakit kepala, dan merasakan nyeri pada bagian perut.
Niken segera sigap membawa ayahnya ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) RS PKU Muhammadiyah Bantul untuk dilakukan pemeriksaan. Kemudian, dari pihak rumah sakit menganjurkan untuk rawat inap. Dirinya menambahkan sejak awal ingin menggunakan JKN untuk menjamin pengobatan ayahnya di rumah sakit.
“Ayah sempat terkena demam berdarah. Sebelumnya beliau mengeluhkan sakit berkepanjangan. Tidak lama saya langsung menemaninya ke sini untuk dilakukan pengobatan. Juga dari awal saya sudah merencanakan untuk menggunakan BPJS Kesehatan karena prosesnya memang mudah,” kata Niken saat ditemui pada hari Rabu (10/07/2024).
Niken juga menceritakan pengalamannya menggunakan antrean online di Aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, sistem ini sangat mudah untuk digunakan karena dirinya tidak perlu untuk menunggu lama di rumah sakit untuk mendaftar. Dengan mendaftar melalui Aplikasi Mobile JKN, Niken tidak perlu menunggu untuk antre lama di rumah sakit. Menurutnya, ia bisa menghemat waktu dengan adanya Aplikasi Mobile JKN.
“Saya sendiri memang menggunakan Aplikasi Mobile JKN dan aplikasinya memang mudah digunakan. Saya jadi lebih mudah untuk melakukan pendaftaran. Bisa dari rumah dan bisa memantau antrean secara online,” ucapnya.
Niken juga berujar tentang awal mula ia menggunakan Aplikasi Mobile JKN. Awalnya pihak rumah sakit mengarahkannya untuk mengunduh Aplikasi Mobile JKN.
"Jadi, pengobatan ayah saya menjadi lebih mudah, saya juga tidak merasa kesulitan dengan berkasberkas yang ada, karena ada KIS Digital. Untuk keseluruhan, layanan melalui Aplikasi Mobile JKN ini membantu sekali,” tutup Niken. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.