Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, KULONPROGO—Resiko bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, angin ribut, longsor, hingga kebakaran tengah disiagakan BPBD Kulonprogo. Logistik yang diperlukan untuk menangani kejadian bencana hidrometeorologi juga sudah disiapkan.
BPBD Kulonprogo pun menerima 300 paket sembako, peralatan gergaji mesin lima unit, hingga 40 tangki air untuk penanganan kekeringan dari BNPB senilai Rp150 Juta.
BACA JUGA: 4 Rumah Rusak karena Longsor di Kulonprogo Diusulkan Dapat Bantuan
Kepala BPBD Kulonprogo, Taufik Prihadi menjelaskan pada Selasa (16/7/2024) bahwa besaran dana penanggulangan bencana hidrometeorologi dapat ditambah kedepannya.
Penambahan itu dilakukan melalui APBD 2024 melalui mekanisme belanja tak terduga. Syarat memperoleh anggaran tak terduga yang sudah disiapkan ini dengan meningkatkan status kebencanaan jadi tanggap darurat hidrometeorologi.
Taufik menerangkan kejadian bencana yang sudah terjadi sifatnya masih sporadis. "Sehingga belum dapat meningkatkan status kebencanaan jadi tanggap darurat hidrometeorologi," paparnya.
Kejadian sporadis bencana hidrometeorologi yang sudah melanda Kulonprogo, jelas Taufik antara lain kebakaran lahan dan kekeringan. Terkait kebakaran sudah terjadi empat kali kejadian, pada akhir Juni lalu dua kasus dan awal Juli ini dua kasus.
Sedangkan kekeringan sudah terpantau BPBD Kulonprogo, lanjut Taufik, dengan adanya permintaan droping air. "Droping air untuk Juli ini yang sudah masuk dan kami layani ada di empat lokasi," terangnya.
Sementara itu Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa menjelaskan ketersediaan air untuk penanganan kekeringan nanti akan ditambah melalui belanja tak terduga. "Masyarakat tak perlu khawatir, ketersedian nanti pasti ada tidak hanya 40 tangki seperti yang sekarang, nanti akan ditambah," ungkapnya.
Budi menerangkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BMKG untuk menyiapkan kebutuhan logistik menghadapi kekeringan. "Pantauan kami dengan BMKG, kondisi kemarau panjang ini akan terjadi sampai September nanti, nentu kami juga sudah berjaga-jaga untuk memenuhi kebutuhan yang ada," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
KPPN Wonosari ajak pemangku kepentingan tolak gratifikasi. Ini batasan yang masih diperbolehkan menurut aturan.
Pemerintah siapkan jutaan lapangan kerja dari hilirisasi, pangan, hingga ekonomi hijau. Ini sektor paling menjanjikan.
Kemenhub dorong Kertajati jadi pusat MRO nasional. Bandara ini diproyeksikan jadi hub penerbangan dan logistik.