Dewan Pers Desak RI Bebaskan Jurnalis yang Ditahan Israel
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat meninjau Klinik Kesehatan Kerja RSUD Sleman, Kamis (18/7/2024). Antara/ist/Bagian Prokopim Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi pekerja, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman, meluncurkan Klinik Kesehatan Kerja sebagai upaya dalam memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi pekerja.
Peluncuran Klinik Kesehatan Kerja dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bertempat di Aula Pronojiwo RSUD Sleman, Kamis (18/7/2024).
Direktur RSUD Sleman Novita Krisnaeni mengatakan Klinik Kesehatan Kerja untuk para pekerja baik internal maupun eksternal RSUD Sleman dalam rangka memberikan perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Klinik ini menjadi Klinik Kesehatan Kerja pertama di DIY, khususnya di Sleman, dan merupakan inovasi yang digagas oleh Wakil Direktur Pelayan RSUD Sleman dr Cholis Nur Mutaslimah," katanya.
Dalam operasionalnya Klinik Kesehatan Kerja, kata dia, dapat dimanfaatkan oleh mitra RSUD yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sleman dan perusahaan-perusahaan di wilayah Sleman.
"Para mitra dapat memanfaatkan layanan ini, terutama untuk pelayanan kuratif bagi pekerja yang mengalami penyakit akibat kerja atau kecelakaan kerja," katanya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan RSUD Sleman yang telah menyediakan pelayanan kesehatan khusus bagi pekerja.
Menurut dia, inovasi tersebut menjadi dukungan atas komitmen Pemkab Sleman dalam memberikan perlindungan, khususnya kesehatan bagi pekerja di wilayah Sleman.
"Produktivitas seseorang dalam bekerja sangat bergantung pada kondisi kesehatan," katanya.
BACA JUGA: Abrasi Ancam Keberadaan Sabuk Hijau Pantai Selatan Kulonprogo
Ia mengatakan tidak dapat dipungkiri bahwa kesehatan merupakan investasi, bukan saja untuk individu pekerja, tetapi juga untuk perusahaan.
"Maka dari itu, keberadaan Klinik Kesehatan Kerja ini sangat penting untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan pekerja," katanya.
Kustini juga mendorong RSUD Sleman agar menjalin kerja sama dan memperluas jejaring serta memberikan edukasi tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi pekerja sebagai salah satu hak yang harus dipenuhi perusahaan.
Seusai meluncurkan Klinik Kesehatan Kerja secara simbolis, Bupati Sleman beserta jajarannya berkesempatan meninjau secara langsung Klinik Kesehatan Kerja yang terletak di lantai 1 Gedung RSUD Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.