Pendidikan Karakter Tak Cukup Jadi Pelajaran
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Pembukaan pameran lukisan bertema Jiwa Pancasila yang digelar di Top Malioboro Hotel Jalan HOS Cokroaminoto No.145, Tegalrejo, Kota Jogja, Minggu (21/7/2024) - Harian Jogja/Yosef Leon
JOGJA—Sebanyak 14 seniman dengan 34 karya lukis berpartisipasi dalam pameran bertajuk Jiwa Pancasila yang digelar selama sebulan penuh 21 Juli-21 Agustus di Top Malioboro Hotel Jogja Jalan HOS Cokroaminoto No.145, Tegalrejo, Kota Jogja.
Karya para seniman ditampilkan di Top Cafe dan restoran hotel setempat dengan beragam aliran agar lebih mudah diakses pengunjung.
Manajer Top Malioboro Agus Rahmanudin mengatakan, gelaran pameran lukisan itu merupakan event perdana yang diselenggarakan di hotelnya. Hal itu jadi salah satu upaya untuk menjalin kolaborasi dengan para seniman Jogja sekaligus mempromosikan sektor kesenian dan pariwisata di wilayah ini.
"Kerja sama ini juga bagian dari apresiasi kami terhadap seni yang ada di Jogja. Korelasi antara hotel dengan seni sangat erat karena kami sangat menjunjung keindahan," jelasnya, Minggu (21/7/2024).
Agus menambahkan, lewat pameran ini ia ingin agar para pengunjung dan tamu yang datang bisa teredukasi, sehingga tema yang diangkat dalam pemeran bisa benar-benar dicapai dan disebarluaskan ke masyarakat.
Apalagi dalam waktu dekat HUT kemerdekaan RI akan dirayakan sehingga sangat sesuai dengan tema yang diangkat.
"Semoga dalam dukungan kami lewat fasilitasi ruang pamer juga akan berdampak pada penjualan dalam pameran ini dan ke depan bisa jadi agenda tahunan," jelasnya.
Ketua panitia pameran Agus Muriyanto berharap agenda ini tidak hanya jadi ajang unjuk karya dan edukasi ke tamu, tapi juga bagian dari promosi terhadap karya lukis para seniman dan berdampak pada penjualan.
"Karya yang ditampilkan merupakan refleksi para seniman terhadap tema yang kami angkat. Jiwa Pancasila dimaknai dengan beragam tanpa berpatok pada pakem resmi," ungkapnya.
Adapun para seniman yang terlibat dalam pameran ini yakni Dodot, Lukman, Adi Prana, Haryo Sas, Supomo, Nur Azizah, Purwadi, Aliegopal, Raden Raharja, Muhamad Munazin, Edopop, Andre Wijaya, Rika, Agus Wayang.
"Untuk kurasi karya memang digelar secara mandiri dan disesuaikan dengan tema dan targetnya penjualannya bagus serta karyanya bisa terapresiasi di tempat yang layak," kata Agus.
Seremonial pembukaan pameran dibuka langsung oleh Arya Ariyanto dengan penandatanganan poster yang disaksikan langsung oleh para seniman yang hadir.
Arya mengatakan, pameran ini salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal pentingnya seni.
"Harapannya tidak terbatas di sini saja, hotel bintang di Jogja kan banyak bisa melibatkan PHRI agar ke depan lebih luas. Karya seni kalau tidak dipamerkan secara langsung kan bagaimana bisa karyanya dikenal dan juga senimannya," katanya.(***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026