Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Polemik penarikan uang Rp1,5 juta oleh pengurus RT di Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan kepada seorang warga pendatang berujung pada klarifikasi yang dilakukan oleh warga yang bersangkutan.
Melalui unggahan Instagram @mittaayo yang diunggah ulang akun @merapi_uncover, ditulis bahwa warga yang bersangkutan mengaku telah miskomunikasi antara dirinya dan Ketua RT.
“Setelah saya mendapat penjelasan bahwa iuran tersebut bukan biaya admin perpindahan penduduk dan tidak bersifat wajib,” tulisnya.
Selain itu, warga yang bersangkutan juga mengakui bahwa Anggaran Rp1,5 juta tersebut memang dimaksudkan untuk inventaris, serta keperluan pembangunan dan kegiatan sosial masyarakat.
“Permohonan maaf saya sebesar-besarnya atas kegaduhan yang sedang viral di medsos.”
Sebelumnya, unggahan @mittaayo sempat viral di media sosial. Dalam unggahan itu, pemilik akun menuliskan bahwa dia diharuskan membayar uang tunai senilai Rp1,5 juta oleh pengurus RT saat berpindah domisili di Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.
Meski berkas perpindahan domisili belum diurus, tetapi akun tersebut mengaku dimintai uang senilai Rp1,5 juta dari RT setempat dengan alasan biaya administrasi.
BACA JUGA: Viral Pendatang Ditarik Iuran Rp1,5 Juta, FKRT Bangunjiwo Jelaskan Peruntukannya
Terkait dengan hal tersebut, Lurah Bangunjiwo, Pardja menyampaikan tindakan yang dilakukan oleh pengurus RT tersebut merupakan bentuk kearifan lokal di masing-masing RT. Secara aturan tertulis bentuk pungutan tersebut tidak ada dan tidak diperbolehkan.
Sementara itu, Ketua Forum komunikasi RT (FKRT) Bangunjiwo, Joko Parjoko menegaskan penarikan iuran administrasi bagi pendatang jumlahnya berbeda-beda tergantung wilayah RT-nya.
Nantinya, kata dia, warga yang telah membayar iuran, tidak akan terkena biaya tambahan saat memanfaatkan tenda, tikar dan perkakas tersebut. Nantinya, tenda, tikar dan perkakas juga akan diantarkan oleh kelompok ke rumah peminjam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.