Update Pembangunan Pabrik Sampah Paneltech US: Pemkab Bantul Terus Matangkan Kelayakan

Jumali
Jumali Kamis, 25 Juli 2024 10:07 WIB
Update Pembangunan Pabrik Sampah Paneltech US: Pemkab Bantul Terus Matangkan Kelayakan

Kondisi lokasi pembangunan ITF Bawuran di Padukuhan Sentulrejo, Bawuran, Pleret./Harian Jogja- Jumali\r\n

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus mematangan dan menguji kelayakan terkait dengan rencana kerja sama dengan Paneltech US, sebuah perusahaan teknologi pengolah sampah yang dikelola Amerika Serikat dan Taiwan untuk pembangunan pabrik di kawasan Bawuran, Pleret, Bantul.

Terbaru, Pemkab mengkaji internal terkait dengan kesiapan administrasi dan juga pembagian saham serta hal teknis lainnya untuk mendukung pembentukan Bantul Green Resilient City (BGRC) sebagai lanjutan dari investasi senilai Rp441,8 miliar dari PT Paneltech US.

BACA JUGA: Pemda DIY Tagih Komitmen Kabupaten Kota Terkait Pengelolaan Sampah, Begini Nasib ITF Bawuran

Sekda Bantul Agus Budi Raharja mengatakan, pembahasan terkait kesiapan administrasim pembagian saham serta kesiapan hal teknis lainnya, saat ini tengah dimatangkan oleh Pemkab Bantul. Selain itu, komunikasi juga terus dilakukan dengan Paneltech US.

"Harapannya nanti jika sudah fix sepakat nanti akan ada pembentukan PT baru," kata Agus, Kamis (25/7/2024).

Terkait dengan penyertaan dana dari Pemkab Bantul dengan Paneltech US di lahan seluas 67 hektare dengan status Sultan Ground (SG) di sekitar ITF Bawuran, Agus menandaskan hal itu juga tengah dimatangkan. Namun, dirinya melihat besaran penyertaan dana dari Pemkab Bantul tersebut kemungkinan dibawah 20 persen.

"Yang jelas semua kan nanti dihitung. Nilai tanah akan dihitung jadi berapa lembar saham," ungkap Agus.

Begitu juga terkait kebutuhan sebanyak 200 ton sampah per hari untuk pabrik hasil kerja sama Pemkab Bantul dengan Paneltech US, Agus menyatakan, nantinya ke depan, sampah yang telah dipilah akan dibeli dengan nilai harga tertentu dari perusahaan tersebut.

"Tapi nilai ekonomisnya nanti akan ditentukan oleh perusahaan. Kalau dengan Paneltech US kan skemanya swasta dengn swasta," jelas Agus.

Lurah Panggungharjo yang juga mitra lokal dari Paneltech US, Wahyudi Anggoro Hadi berharap agar pembangunan pabrik tersebut nantinya akan mampu menangani masalah sampah. Sebab, pabrik yang dibangun tersebut membutuhkan sekitar 200 ton per hari. Sehingga, nantinya keberadaan pabrik ini akan mampu mengurangi total timbunan sampah yang ada di Kabupaten Bantul, Sleman dan Kota Jogja.

BACA JUGA: Sultan Jogja Kumpulkan Bupati dan Wali Kota Bahas Percepatan Penanganan Sampah

Wahyudi mengungkapkan, pabrik tersebut nantinya akan menghasilkan tiga produk utama, yakni kayu hijau, listrik dan pupuk organik. Dari 200 ton sampah yang diolah setiap hari, diharapkan mampu menghasilkan kayu hijau untuk konstruksi atap, lantai dan dinding sebanyak 40 ton. Untuk listrik dari 200 ton itu akan menghasilkan 1,4 Mega Watt.

"Sisanya, berupa pupuk organik sekitar 20 ton perhari," kata Wahyudi.

Dengan kapasitas pengolahan sampah yang besar tersebut, Wahyudi meyakini akan menjadi pabrik pengolahan sampah terbesar di DIY. Untuk bisa mewujudkan pembangunan pabrik tersebut, Wahyudi mengakui jika ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, apalagi ketersediaan lahan yang ada cukup luas.

Wahyudi juga memprediksi pada akhir Agustus 2024 sudah bisa lakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik tersebut. Dan, pada Juli 2025, pembangunan pabrik sudah selesai dan bisa beroperasional. Nantinya pabrik tersebut akan mampu menyerap sebanyak 400 pekerja.

"Nantinya para pekerja ini akan melibatkan warga sekitar yang terdampak dari ditutupnya TPA Piyungan,' kata Wahyudi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online