Laba Anjlok 90 Persen, Subaru Hentikan Proyek EV Internal
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Peserta membawa layang-layang pada Jogja International Kite Festival (JIKF) 2024 di Pantai Parangkusumo, Sabtu (27/7/2024)./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul meraup pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata senilai Rp415,6 juta selama gelaran Jogja International Kite Festival (JIKF) 2024 yang diselenggarakan di Pantai Parangkusumo selama dua hari sejak Sabtu-Minggu (27-28/7/2024).
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan jumlah kunjungan wisatawan pada JIKF 2024 mencapai 28.183 pengunjung.
Rinciannya, jumlah pengunjung pada Sabtu (27/7/2024) sebanyak 13.864 pengunjung, terdiri dari 13.453 pengunjung membayar retribusi dengan tunai, dan 411 pengunjug membayar dengan nontunai.
"Untuk Minggu [28/7/2024], ada sebanyak 14.800 pengunjung. Terdiri dari 14.730 pengunjung membayar retribusi secara tunai dan 70 pengujung membayar dengan nontunai. Untuk tarif retribusi sendiri Rp14.500 per pengunjung," kata Ipung-panggilan akrab Markus Purnomo Adi, Senin (29/7/2024).
Menurut Ipung, jumlah pengunjung pada JIKF 2024 meningkat dibandingkan JIKF 2023. Pada gelaran JIKF 2023 tercatat ada 26.874 pengunjung memadati kawasan Pantai Parangtritis saat digelarnya event tersebut. "Kami sendiri sejatinya tidak menargetkan jumlah pengunjung pada gelaran JIKF 2024 ini," jelas Ipung.
BACA JUGA: Gelaran Festival Layang-layang 2024 di Parangkusumo Bantul Berlangsung Meriah
Ketua Perkumpulan pegiat layang-layang Nusantara (Talikama), RM Herdjuno mengatakan ada 55 klub layang-layang internasional dari 13 negara ambil bagian dalam JIKF 2024. Ketiga belas negara tersebut adalah Amerika Serikat, Jerman, Swedia, Polandia, India, Malaysia, Thailand, Korea, China, Taiwan, Hongkong, Singapura dan Indonesia.
"Total jumlah peserta JIKF tahun ini sekitar 250 orang. Untuk hari Sabtu ada atraksi sport kite, dan malam harinya ada night flying mulai 18.30 WIB-20.00 WIB," kata Herdjuno.
Herdjuno mengungkapkan, JIKF 2024 sengaja digelar di Pantai Parangkusumo karena bentangan pesisir pantai tersebut mencapai sepanjang 1,5 km dan panjang bibir pantainya mencapai 200 metsr. Sehingga dengan hembusan angin dari arah laut yang memungkinkan menerbangkan layang-layang dengan ukuran jumbo. "Lokasi ini juga bisa mengakomodasi jumlah penonton yang sangat banyak," ucapnya.
Dia berharap dengan adanya festival tersebut bisa lebih mengenalkan layang-layang kepada masyarakat. Di samping menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar pesisir Pantai Selatan Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar