Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berencana untuk menjajaki kerja sama dengan Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) di bidang pangan khususnya daging sapi serta upaya pengendalian inflasi di wilayah setempat.
Dalam kunjungan kerja bertajuk studi orientasi itu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY akan melihat peluang komoditas mana saja yang bisa dikerjasamakan, terutama pada bahan pangan yang sifatnya rentan dengan kenaikan harga.
BACA JUGA : Unik! Nangka Muda Masuk 5 Besar Penyumbang Inflasi Tertinggi di Kota Jogja
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY Syam Arjayanti mengatakan, kunjungan kerja itu direncanakan berlangsung pada pekan ini. Pihaknya akan memetakan komoditas pangan mana saja yang tersedia dalam jumlah banyak di NTB dan bisa dipasok ke DIY.
"Kami akan cermati bersama TPID NTB apa yang bisa dikerjasamakan dalam pengendalian inflasi dan menguntungkan kedua daerah," katanya, Senin (29/7/2024).
Syam membidik ada kerja sama untuk penyediaan komoditas daging sapi hidup yang sebenarnya tersedia cukup banyak di NTB. Lewat kerja sama itu diharapkan bisa mengadakan daging sapi dengan harga yang terjangkau dan bisa dimanfaatkan sektor industri DIY.
Pasalnya Pemda DIY menyebut kebutuhan akan daging sapi bagi warga setempat selama ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah atau mengimpor. "Apakah bisa nanti daging sapi hidup atau yang khusus dagingnya itu dikerjasamakan dengan distributor untuk dimanfaatkan restoran, kafe atau yang lain. Itu kan nanti bisa lebih murah," ujarnya.
Menurut Syam, sudah melakukan diskusi awal dengan TPID NTB dalam rencana kerja sama itu. TPID DIY disebutnya sudah meminta data terkait dengan kebutuhan beberapa komoditas pangan, harga per bulan, serta startegi Pemda NTB dalam mengendalikan inflasi.
BACA JUGA : Juni 2024 Harga Pangan Turun, Deflasi DIY Lebih Dalam ketimbang Nasional
"Karena mereka kan juga dapat penghargaan pengendalian inflasi secara nasional, mungkin ada sejumlah upaya dan program yang nanti bisa diterapkan di DIY," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Raperda KIP Jogja mengatur akses warga terhadap rencana proyek, perkiraan anggaran, kerja sama Pemkot, hingga pertimbangan keputusan pemerintah.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Kasus stunting Jateng mencapai 178.600 anak. Wonosobo tertinggi secara persentase, sementara Tegal mencatat jumlah kasus terbanyak.
Iran menawarkan membuka Selat Hormuz dalam tujuh hari jika AS lebih dulu meredakan tekanan militer dan kembali ke jalur diplomasi.
DPRD Bantul meminta pedagang pantai transparan soal tarif layanan setelah wisatawan mengeluhkan biaya sewa tikar di Pantai Parangtritis.