Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berencana untuk menjajaki kerja sama dengan Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) di bidang pangan khususnya daging sapi serta upaya pengendalian inflasi di wilayah setempat.
Dalam kunjungan kerja bertajuk studi orientasi itu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY akan melihat peluang komoditas mana saja yang bisa dikerjasamakan, terutama pada bahan pangan yang sifatnya rentan dengan kenaikan harga.
BACA JUGA : Unik! Nangka Muda Masuk 5 Besar Penyumbang Inflasi Tertinggi di Kota Jogja
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY Syam Arjayanti mengatakan, kunjungan kerja itu direncanakan berlangsung pada pekan ini. Pihaknya akan memetakan komoditas pangan mana saja yang tersedia dalam jumlah banyak di NTB dan bisa dipasok ke DIY.
"Kami akan cermati bersama TPID NTB apa yang bisa dikerjasamakan dalam pengendalian inflasi dan menguntungkan kedua daerah," katanya, Senin (29/7/2024).
Syam membidik ada kerja sama untuk penyediaan komoditas daging sapi hidup yang sebenarnya tersedia cukup banyak di NTB. Lewat kerja sama itu diharapkan bisa mengadakan daging sapi dengan harga yang terjangkau dan bisa dimanfaatkan sektor industri DIY.
Pasalnya Pemda DIY menyebut kebutuhan akan daging sapi bagi warga setempat selama ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah atau mengimpor. "Apakah bisa nanti daging sapi hidup atau yang khusus dagingnya itu dikerjasamakan dengan distributor untuk dimanfaatkan restoran, kafe atau yang lain. Itu kan nanti bisa lebih murah," ujarnya.
Menurut Syam, sudah melakukan diskusi awal dengan TPID NTB dalam rencana kerja sama itu. TPID DIY disebutnya sudah meminta data terkait dengan kebutuhan beberapa komoditas pangan, harga per bulan, serta startegi Pemda NTB dalam mengendalikan inflasi.
BACA JUGA : Juni 2024 Harga Pangan Turun, Deflasi DIY Lebih Dalam ketimbang Nasional
"Karena mereka kan juga dapat penghargaan pengendalian inflasi secara nasional, mungkin ada sejumlah upaya dan program yang nanti bisa diterapkan di DIY," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.