PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai (berdiri) saat menjadi pembicara dalam agenda bedah buku yang berlangsung di Pedukuhan Nusupan, Kalurahan Trihanggo, Gamping, Selasa (30/7/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Warisan Istimewa di Pedukuhan Nusupan, Kalurahan Trihanggo, Gamping, Selasa (30/7/2024). Program ini sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Bumi Mataram.
Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai mengatakan kerja sama dengan DPAD DIY merupakan bentuk komitmen untuk peningkatan program literasi masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini diselenggarakan di seluruh wilayah DIY, mulai dari perkotaan hingga ke kawasan perdesaan. “Tujuannya untuk meningkatkan minat baca hingga ke wilayah pelosok dan tidak hanya di perkotaan saja. Kami ingin, budaya baca bisa menyebar secara merata,” kata Anton, Selasa.
Menurut dia, dengan membaca buku, maka wawasan yang dimiliki akan semakin bertambah. Terlebih, buku juga dikenal sebagai jendela dunia sehingga akan menambah pintar bagi pembacanya. “Semangat yang baik ini harus ditularkan, khususnya kepada generasi muda,” katanya.
Untuk tema buku yang dibedah, politikus Partai Gerindra ini mengakui bahwa di setiap tempat tema buku yang diangkat berbeda-beda. Sebagai contoh, bedah buku di Pedukuhan Nusupan mengangkat buku berjudul Warisan Istimewa.
Diharapkan dengan bedah buku ini, para peserta mengerti tentang sejarah, filosofi, tradisi dan harmoni tentang DIY. Menurut dia, keistimewaan DIY sudah diakui oleh negara dengan diterbitkannya Undang-Undang Keistimewaan DIY sehingga keberadaannya harus terus disebarluaskan di masyarakat. “Harapannya masyarakat semakin mengenal dan mencintai keistimewaan DIY,” katanya.
Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Trilastiti Suryaningtyas, mengatakan Pemda DIY secara beruntun memperoleh predikat tingkat baca tertinggi di Indonesia. Prestasi ini harus terus dipertahankan sehingga ada kerja sama dengan DPRD DIY untuk menggelar bedah buku.
Diharapkan program ini tidak hanya mempertahankan DIY sebagai wilayah dengan tingkat membaca paling baik se-Indonesia, tapi juga untuk meningkatkan budaya membaca di masyarakat. “DIY menduduki peringkat pertama secara nasional, tapi angka minat baca masih butuh ditingkatkan. Harapannya dengan bedah buku ini, maka program literasi di masyarakat dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Selain program bedah buku, DPAD DIY memiliki sejumlah program lain seperti perpustakaan digital maupun kunjungan ke Kantor DPAD DIY. “Di Kantor DPAD DIY banyak fasilitas yang bisa diakses masyarakat untuk menambah pengetahuan dan wawasan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.