Di Luar Dugaan, Panen Bulan Ini di Kulonprogo Memuaskan, Segini Angkanya

Triyo Handoko
Triyo Handoko Minggu, 04 Agustus 2024 19:17 WIB
Di Luar Dugaan, Panen Bulan Ini di Kulonprogo Memuaskan, Segini Angkanya

Suasana ritual Wiwitan Panen Padi di Ngestiharjo, Kapanewon Wates  menunjukan produktifitasnya meningkat yang disyukuri dengan acara adat tersebut./Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Di luar dugaan, produksi padi di sejumlah tempat di Kulonprogo pada musim tanam II tahun ini justru naik. Salah satunya di Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates yang sudah mulai panen akhir Juli lalu dengan hasil yang memuaskan.

Salah satu petani di Padukuhan Ngentak, Kalurahan Ngestiharjo Tanjung, menjelaskan bahwa perkiraan produksi padi turun karena sejumlah faktor. Tanjung menyebut faktor utamanya adalah serangan hama yang membuat petani awalnya berkecil hati.

Namun, hasil panen yang sudah mulai dilakukan menunjukan hal sebaliknya, Tanjung menjamin hasil panen padi kedua pada 2024 ini meningkat di wilayahnya. "Bagi kami ini berkah tersendiri, berbagai upaya untuk menyelamatkan tanaman padi sebelum panen ternyata cukup berhasil," jelasnya.

Salah satu hama yang cukup mengkhawatirkan di Ngestiharjo, kata Tanjung, adalah serangan keong sawah. "Keong-keong ini memakan batang dan akar padi, kami jadi khawatir lalu kami atasi dengan cara-cara organik hasilnya ternyata lumayan," ujar dia.

Tanjung belum dapat mengkalkulasi secara pasti jumlah produksi padi di wilayahnya. "Belum kami hitung, kemarin baru awalan saja, tetapi kami jamin hasilnya cukup memuaskan," ujar dia.

Saking memuaskannya hasil panen padi ini, lanjut Tanjung, warga di Ngentak, Ngestiharjo hingga membuat acara syukuran di lahan pertanian. "Ini bagian melestarikan adat dan bentuk syukur kami karena diberi panen yang baik dan melimpah," ujar dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Drajat Purbadi membenarkan hasil panen yang memuaskan tersebut. Panen pertama musim kedua di Bumi Binangun ini terjadi di Kapanewon Wates, Panjatan, dan Pengasih.

BACA JUGA: Program Food Estate di Temanggung Berhasil, Petani Rasakan Manfaatnya

Dari tiga kapanewon yang sudah mulai panen padi itu, jelas Drajat, DPP Kulonprogo mencatat produksinya selama Juli ini sebesar 6.715 ton. Total luas lahan di tiga wilayah yang panen ini seluas 1.761 hektare.

Drajat memprediksi jumlah produksi padi akan meningkat pada panen selama Agustus ini. "Karena Juli kemarin baru awalan panen maka proses panen akan terus berlanjut kedepan, prediksi kami untuk Agustus ini hasilnya 11.650 ton," paparnya.

Setelah musim tanam kedua ini, sambung Drajat, petani akan melanjutkan musim tanam ketiga yang umumnya dilakukan penanaman palawija. "Persiapan untuk memastikan musim tanam ketiga juga sudah kami lakukan, kami berupaya menyediakan bibit dan pupuk serta sarana lain agar meningkatkan produksi pada musim tanam tiga ini."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online