Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Suasana ritual Wiwitan Panen Padi di Ngestiharjo, Kapanewon Wates menunjukan produktifitasnya meningkat yang disyukuri dengan acara adat tersebut./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Di luar dugaan, produksi padi di sejumlah tempat di Kulonprogo pada musim tanam II tahun ini justru naik. Salah satunya di Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates yang sudah mulai panen akhir Juli lalu dengan hasil yang memuaskan.
Salah satu petani di Padukuhan Ngentak, Kalurahan Ngestiharjo Tanjung, menjelaskan bahwa perkiraan produksi padi turun karena sejumlah faktor. Tanjung menyebut faktor utamanya adalah serangan hama yang membuat petani awalnya berkecil hati.
Namun, hasil panen yang sudah mulai dilakukan menunjukan hal sebaliknya, Tanjung menjamin hasil panen padi kedua pada 2024 ini meningkat di wilayahnya. "Bagi kami ini berkah tersendiri, berbagai upaya untuk menyelamatkan tanaman padi sebelum panen ternyata cukup berhasil," jelasnya.
Salah satu hama yang cukup mengkhawatirkan di Ngestiharjo, kata Tanjung, adalah serangan keong sawah. "Keong-keong ini memakan batang dan akar padi, kami jadi khawatir lalu kami atasi dengan cara-cara organik hasilnya ternyata lumayan," ujar dia.
Tanjung belum dapat mengkalkulasi secara pasti jumlah produksi padi di wilayahnya. "Belum kami hitung, kemarin baru awalan saja, tetapi kami jamin hasilnya cukup memuaskan," ujar dia.
Saking memuaskannya hasil panen padi ini, lanjut Tanjung, warga di Ngentak, Ngestiharjo hingga membuat acara syukuran di lahan pertanian. "Ini bagian melestarikan adat dan bentuk syukur kami karena diberi panen yang baik dan melimpah," ujar dia.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Drajat Purbadi membenarkan hasil panen yang memuaskan tersebut. Panen pertama musim kedua di Bumi Binangun ini terjadi di Kapanewon Wates, Panjatan, dan Pengasih.
BACA JUGA: Program Food Estate di Temanggung Berhasil, Petani Rasakan Manfaatnya
Dari tiga kapanewon yang sudah mulai panen padi itu, jelas Drajat, DPP Kulonprogo mencatat produksinya selama Juli ini sebesar 6.715 ton. Total luas lahan di tiga wilayah yang panen ini seluas 1.761 hektare.
Drajat memprediksi jumlah produksi padi akan meningkat pada panen selama Agustus ini. "Karena Juli kemarin baru awalan panen maka proses panen akan terus berlanjut kedepan, prediksi kami untuk Agustus ini hasilnya 11.650 ton," paparnya.
Setelah musim tanam kedua ini, sambung Drajat, petani akan melanjutkan musim tanam ketiga yang umumnya dilakukan penanaman palawija. "Persiapan untuk memastikan musim tanam ketiga juga sudah kami lakukan, kami berupaya menyediakan bibit dan pupuk serta sarana lain agar meningkatkan produksi pada musim tanam tiga ini."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
VinFast luncurkan lini Green untuk kendaraan listrik komersial hemat biaya bagi taksi, logistik, dan armada bisnis.
Nomor WhatsApp Wakil Ketua DPRD Kota Jogja diretas usai membuka link palsu. Warga diminta waspadai modus penipuan siber terbaru.
KAI Daop 6 Jogja menyiapkan kereta tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Operasional wisata Candi Borobudur saat Waisak 2026 hanya dibuka hingga pukul 14.00 WIB. Sebanyak 2.570 lentera dan 570 drone disiapkan.
Pakar ITB menyebut penerapan biodiesel B50 dapat mengurangi impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah krisis geopolitik.