SPMB Sleman, Jalur Prestasi Jadi Rebutan, Ini Syarat & Cara Daftarnya
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Mantan pejuang Dwikora-Trikora asal Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Sarno (kiri) sedang menerima kunjungan dari staf kepresidenan di rumahnya, Senin, (5/8/2024)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang mantan pejuang Dwikora dan Trikora asal Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul bernama Sarno, 84, mendapat bantuan sosial (bansos) dari Istana Kepresidenan. Bansos diberikan oleh staf kepresidenan di kediaman Sarno, Padukuhan Susukan II, Kalurahan Genjahan, Ponjong, Gunungkidul, Senin, (5/8/2024).
Lurah Genjahan, Agung Nugroho mengatakan bantuan tersebut berupa sembako dan uang stimulan untuk penghidupan Mbah Sarno selama dua bulan ke depan. Katanya, pihak yang memberikan bantuan itu memang berasal dari staf kepresidenan.
“Saya tadi menandatangani dokumen yang intinya bahwa staf kepresidenan telah hadir dan memberikan bantuan,” kata Agung ditemui di Padukuhan Susukan II, Senin, (5/8).
Ihwal bansos dari pemerintah daerah, Agung mengaku Mbah Sarno juga mendapat bantuan dari pemerintah kalurahan sejak 2020. Bantuan diberikan dari dana desa yang mana alokasinya telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan.
Adapun bantuan lain dari Pemerintah Pusat telah berhenti sejak Pandemi Covid-19 berakhir. Disinggung perihal program keluarga harapan (PKH), Agung mengaku tidak dapat berkomentar banyak.
“Kalau bantuan dari pusat memang data dari dinas sosial kami tidak mau intervensi. PKH, itu bukan kami yang mendata,” katanya.
Terkait rumah tinggal, pemerintah kalurahan tidak dapat menggulirkan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Hal ini disebabkan karena Sarno tidak memiliki tanah. Rumah yang saat ini dia tinggali merupakan miliki kerabatnya.
BACA JUGA: Tak Diakui Negara, Mantan Trikora Ini Kini Tinggal di Bekas Kandang Ayam
Dengan keterbatasan bantuan, Sarno hanya mampu mengharapkan uluran bantuan dari orang lain.
“Pak Sarno ya karena umurnya di atas 80 tahun, beliau sudah tidak dapat bekerja. Hanya jalan-jalan saja, bebersih. Makan juga ikut keponakannya,” ucapnya.
Sementara itu, Sarno mengaku mendapat amplop berisi uang. Hanya dia belum membuka amplop tersebut. Selain itu ada tiga tas dengan tulisan Bantuan Presiden Republik Indonesi yang berisi sembako.
Perihal statusnya sebagai mantan pejuang, Sarno mengaku sudah menceritakan pengalamannya ketika Dwikora dan Trikora.
“Tadi tidak ada menyinggung SK Veteran. Tapi saya memohon segera turun SK itu. Mudah-mudahan cepat jadi. Semua ada buktinya. Piagam dan medali,” kata Sarno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.