Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Warga sedang membangun kawasan wisata di pinggir Sungai Oyo, Banyuurip, Jatimulyo, Dlingo, Bantul./ Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, tengah mengembangkan potensi wisata alam di kalurahan setempat untuk menarik kunjungan wsiatawan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jatimulyo, Nanang Sutrisna menyebut Kalurahan Jatimulyo memiliki sejumlah potensi yang sangat potensial untuk dikembangkan. Destinasi ini menawarkan berbagai potensi wisata yang menarik seperti wisata air perahu karet dan ban, wisata edukasi kelapa kopyor hingga wisata religi dan sejarah napak tilas petilasan Ki Cokro Joyo.
“Jatimulyo memiliki kekayaan kesenian,produk desa, serta wisata alam seperti Randusari dan Kali Oyo. Kami juga memiliki wisata edukasi kelapa kopyor. Harapannya dapat mengedukasi warga Jatimulyo mempunyai produk kelapa kopyor unggulan desa preneur, kemudian wisata religi napak tilas Ki Cokro Joyo peninggalan sejarah ini nantinya akan dikembangkan menjadi paket wisata,” terang Nanang dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul, Selasa (6/8/2024).
Ke depan, kata Nanang, pihaknya akan melakukan sinergitas dengan adanya desa budaya, desa preneur dan desa prima di Kalurahan Jatimulyo yang akan dikembangkan sebagai paket wisata.
“Jatimulyo mempunyai daya tarik itu yang bisa menarik wisatawan, jadi tidak hanya to see saja, tapi to do dan akhirnya to buy,” ungkap Nanang.
Pada saatnya grand opening nanti menurut Nanang, akan dilakukan test tourism dengan mengajak wisatawan untuk berkunjung ke beberapa destinasi wisata dan didalamnya akan dikemas beberapa kegiatan menjadi suatu acara.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo menyambut baik kehadiran destinasi wisata baru di Jatimulyo ini. Ia optimis dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh Jatimulyo ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Potensi alam disini sangat bagus, Pemkab bersama kalurahan dan kapanewon berkeinginan kedepan tempat wisata ini harus populer karena alamnya bagus, ada peninggalan sejarah dan didukung komunitas seni budaya di Jatimulyo,” tutur Joko.
Dalam perencanaan kedepan, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul juga telah menyusun masterplan yang melibatkan sinergi antara wisata Watu Lumpang, Banyuurip dan Kali Oyo. Pemkab Bantul bersama masyarakat berkomitmen untuk memaksimalkan potensi yang ada dan memastikan potensi wisata Jatimulyo ini dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekitar.
“Saya optimis karena ini alamnya bagus dan didukung oleh potensi masyarakat yang luar biasa. Dinas Pariwisata kita sudah mengambil satu langkah, masterplan ini sudah kita diskusikan untuk bersama bersinergi mendukung wisata Watu Lumpang, Banyuurip dan Kali Oyo,” imbuh Joko
Soft Opening Potensi Wisata Jatimulyo ini dilaksanakan selama dua hari sejak 3-4 Agustus 2024. Acara ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni, bazar produk lokal hingga senam sehat. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif yang ada didaerah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.