Alex Marquez Cedera, Gresini Turunkan Michele Pirro di Mugello
Alex Marquez absen di MotoGP Italia dan Hungaria akibat cedera serius. Gresini Racing menunjuk Michele Pirro sebagai pengganti di Mugello.
Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Lokasi tanah Sultan Ground yang diajukan oleh Pemkab Bantul ke Pemda DIY untuk pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) kemungkinan besar berada tidak jauh dari lokasi TPSS Wonoroto.
Panewu Sanden, Deni Ngajis Hartono mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah bertemu dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul terkait dengan rencana pembangunan TPSS baru tersebut. Dalam pertemuan tersebut didapatkan rencana pembangunan TPSS baru akan berada tidak jauh dari TPSS Wonoroto yang saat ini sudah tidak beroperasi.
BACA JUGA: Mengatasi Keruwetan Sampah Rumah Tangga, Pemkab Sleman Bakal Tambah Satu TPST
"Lokasi juga sudah ditinjau oleh DLH Kabupaten Bantul. Tempatnya tidak jauh dari TPSS Wonoroto. Kalau tepatnya masih masuk Wonoroto, Gadingsari," terang Deni, kepada Harianjogja.com, Selasa (6/8/2024).
Lahan 5.000 meter dan Hanya Digunakan 4 Bulan
Lebih lanjut Deni mengungkapkan, nantinya TPSS yang baru tersebut akan dibangun diatas lahan pasir dengan status tanah Sultan Ground. Oleh karena itu, saat ini DLH dan Pemkab Bantul telah mengajukan izin pemanfaatan tanah tersebut kepada Pemda DIY dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
"Untuk permohonan pengajuannya sekitar 5.000 meter lahannya. Nanti, sistemnya akan sama seperti TPSS Wonoroto," ungkap Deni.
Di mana, kata Deni, lahan dalam bentuk cekungan. Di mana lahan jauh dari pemukiman warga dan tanah yang digunakan akan ditutup menggunakan membran dan begitu sampah dimasukkan langsung diuruk, sehingga tidak akan menimbulkan bau dan ke depan lokasi tersebut akan datar.
"Sekarang kami tinggal menunggu perizinannya saja. Jika diizinkan, nantinya kami akan bergerak cepat melakukan sosialisasi kepada warga terkait pembangunannya," ungkap Deni.
Sebab, diakui oleh Deni saat ini Bantul sedang dihadapkan pada kondisi darurat sampah. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada warga dan memberikan pemahaman jika TPSS yang baru tersebut hanya digunakan sementara.
"Rencananya hanya digunakan 4 bulan saja. Sambil menunggu pembangunan TPST Modalan, TPST Dingkikan dan ITF Bawuran selesai pembangunan dan beroperasi," ucap Deni.
Sebelumnya, Sekda Bantul Agus Budi Raharja mengungkapkan, jika Pemkab Bantul telah mengirimkan surat ke Pemda DIY dan Keraton Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat terkait permintaan izin lokasi baru yang akan dijadikan TPSS.
Sebab, TPSS Wonoroto, Gadingsari saat ini sudah tidak bisa menampung sampah lagi. Sementara pembangunan TPSS di Puncak Bucu, Srimulyo tidak dapat dilanjutkan karena mendapatkan penolakan warga.
"Untuk lokasinya saya belum bisa menyebut. Ada dua sampai tiga lokasi, ada di Bantul selatan. Dan itu menggunakan tanah Sultan Ground. Oleh karena itu, hari ini saya tanda tangani surat untuk pengajuannya," kata Agus.
Menurut Agus, lokasi untuk pembangunan TPSS yang diajukan tersebut dipastikan tidak berada di sekitaran pemukiman warga, gampang diakses dan tidak akan mengganggu warga sekitar. Rencananya, setelah mendapatkan izin dari Pemda DIY dan Keraton Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat, Pemkab Bantul akan bergerak cepat dengan melakukan sosialisasi ke warga sekitar lokasi pembangunan TPSS.
"Untuk anggaran pembangunan nanti kami ambilkan dari dana darurat. Kebetulan kita kan ada tambahan dana darurat Rp2 miliar, yang sebelumnya mau diberikan ke Perumda Aneka Darma tapi tidak jadi," imbuh Agus.
Terkait target pembangunan, Agus menyatakan karena kondisi darurat sampah, maka Pemkab Bantul akan segera membangun TPSS. Setelah mendapatkan izin lokasi, Pemkab menggelar sosialisasi kepada warga sekitar lokasi dan sesegera mungkin membangun TPSS.
"Kalau bisa dibangun Agustus ini. Karena kondisinya memang darurat. Apalagi anggaran juga sudah siap," ucap Agus.
Disinggung mengenai habisnya izin pembuangan sampah ke TPA Piyungan per 1 Agustus 2024, Agus menyatakan saat ini DLH Kabupaten Bantul masih berusaha untuk meminta tambahan waktu agar bisa membuang sampah ke tempat tersebut. "Tentunya nantinya provinsi juga akan melakukan kajian," kata Agus.
Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan diskusi dan mencari jalan keluar terkait dengan habisnya izin membuang sampah di TPA Piyungan. Sejauh ini, pihaknya masih berkeinginan untuk membuang sampah ke TPA Piyungan, sembari menyiapkan TPSS untuk menampung sampah sementara dan menyelesaikan pembangunan TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu, TPST Modalan dan ITF Bawuran.
"Saat ini terus kami usahakan mempercepat pembangunannya," ucap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alex Marquez absen di MotoGP Italia dan Hungaria akibat cedera serius. Gresini Racing menunjuk Michele Pirro sebagai pengganti di Mugello.
Cara cek SLIK OJK lewat iDebku online untuk melihat riwayat kredit dan status pinjaman secara gratis dan resmi.
Veda Ega Pratama memimpin klasemen rookie Moto3 2026 dengan 58 poin, tapi Brian Uriarte mulai mengintai. Saksikan duel sengit di Mugello akhir pekan ini
Libur Iduladha tingkatkan kunjungan wisata di Bantul, Pantai Parangtritis jadi destinasi paling ramai wisatawan.
Piala Dunia 2026 jadi turnamen termahal sepanjang sejarah. AS gelontorkan Rp196,5 triliun, target PDB naik US$17,2 miliar. Simak analisis untung-rugi ekonomi
Konser BTS di Busan picu lonjakan harga hotel hingga 7 kali lipat dan keluhan ARMY soal getok harga penginapan.