Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Suasana Lauching Team PSS Sleman Musim 2024/2025 di Omah Pakem, Sleman pada Selasa (5/8/2024) malam./Istimewa-PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman resmi me-launching skuadnya yang akan berlaga di Liga 1-2024/2025, Senin (5/8/2024) malam.
Berhasil bertahan di BRI Liga 1 2023/2024, PSS bersiap melakoni kompetisi mendatang dengan banyak pembenahan di berbagai aspek terutama di sisi teknis.
Direktur Utama PSS, Gusti Randa memohon doa restu kepada para pendiri Laskar Sembada yang telah berjuang hingga tetap bertahan hingga saat ini. "Saya sangat berterima kasih kepada para pendiri yang begitu gigih dan sekuat tenaga. Sehingga PSS Sleman masih ada saat ini dan insyaallah akan ada selamanya," kata Gusti, Senin.
Menurut Gusti, musim baru yang dihadapi punya persaingan ketat yang bakal terjadi di antara 18 kontestan BRI Liga 1-2024/2025. Hal itu bisa dilihat dari jalannya Piala Presiden tahun ini yang berlangsung sangat ketat.
"Tentu persaingan akan lebih kompetitif dan ketat. Tentu bisa kita lihat di turnamen Piala Presiden 2024 meskipun itu contoh kecil, tetapi hal tersebut sudah terlihat bahwa kontenstan Liga 1 menyiapkan secara matang," ujar dia.
Menghadapi ketatnya kompetisi, berbagai pembenahan coba dilakukan PSS. Mulai dari mendatangkan juru taktik baru berkebangsaan Brasil-Jepang, Wagner Lopes, menghadirkan sejumlah legiun asing kaya pengalaman hingga para pemain muda yang dibawa promosi ke tim utama PSS.
"Begitu juga dengan PSS Sleman. Tim kebanggaan kita juga tidak kalah hebat mempersiapkan tim untuk meraih target ke papan atas," kata Gusti
"Jajaran direksi, manajemen, pelatih hingga para pemain telah mempersiapkan dengan baik dan optimis menjalani musim ini dengan hasil yang baik," imbuhnya.
BACA JUGA: PSS Sleman Promosikan Sembilan Pemain Muda ke Tim Utama
Bagi Gusti dalam sepak bola, suporter punya peran penting kepada klub kebanggaan. Suporter dan klub merupakan bagian tidak terpisahkan baik di dalam maupun di luar lapangan.
"Saya meminta kepada PSS Fans juga untuk jangan segan-segan memberikan kritik dan masukan kepada PSS Sleman. Ini bertujuan agar menjadi vitamin bagi kami manejemen untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita kita semua agar PSS bisa berada di enam besar musim depan.”
1. Alan Jose Bernardon
2. Ega Rizky
3. Safa'at Arif Alan Romadhona
4. Fidelis Davin (Promosi Akademi)
5. Fadel Ahmad Arrafi (Promosi Akademi)
6. Joseph Alexander (Promosi Akademi)
7. Nur Aziz (Promosi Akademi)
8. M. Abduh Lestaluhu
9. Gilang Oktavana Putra
10. Ifan Nanda Pratama
11. I Nyoman Nikson Ansanay
12. Kevin Gomes De Oliviera
13. Fachruddin Aryanto
14. Cleberson Martins de Souza
15. Phil Ofosu Ayeh
16. Relosa Rivan (Promosi Akademi)
17. Ferrel Arda Santoso (Promosi Akademi)
18. Wahyudi Setiawan Hamisi
19. Rezin Diop Wamu
20. Dominikus Dion Oktavian Wibowo
21. Achmad Zidan Ar Rosyid
22. Paulo Oktavianus Sitanggang
23. Roberto Pimenta Vinagre Filho (Betinho)
24. Kim Jeffrey Kurniawan
25. Moon Chang-jin
26. Nicolau Manuel Dumitru Cardoso
27. Ricky Cawor
28. Hokky Caraka
29. Angga Perfecta (Promosi Akademi)
30. Destalova (Promosi Akademi)
31. Danillo Alves
32. Irkham Zahrul Milla
33. Gustavo Henrique Barbosa Freire (Tocantins)
34. Wahyu Adi (Promosi Akademi)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.