Bupati Bantul Sebut Industri Kreatif Berkontribusi Positif pada Perekonomian

Newswire
Newswire Kamis, 08 Agustus 2024 11:57 WIB
Bupati Bantul Sebut Industri Kreatif Berkontribusi Positif pada Perekonomian

Sejumlah wartawan asal negara Arab Saudi melihat dari dekat proses pembuatan gerabah di Desa Wisata Kasongan, Bantul, Kamis (13/12/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut bahwa industri kreatif sub sektor kerajinan yang tumbuh dan berkembang sejak lama di kabupaten ini mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah setempat.

"Meski kita di Bantul tidak memiliki material bahan baku kerajinan, namun sektor industri kreatif ini tetap terus bergerak berjalan dan memberikan kontribusi ekonomi yang tidak sedikit," kata Abdul Halim di Bantul, Kamis.

Menurut dia, sektor industri kreatif di Bantul terus tumbuh karena berasal dari kreativitas dan inovasi pelaku ekonomi kreatif, dan meski bahan baku kerajinan tidak tersedia di daerah sendiri, namun usahanya tetap berkelanjutan.

Dia mengatakan, seperti di Kasongan, Desa Bangunjiwo yang merupakan sentra kerajinan gerabah sekarang ini sudah tidak ada lagi bahan baku tanah liat, sehingga harus didatangkan dari luar seperti Godean Sleman, bahkan luar daerah dari Kebumen dan Magelang Jawa Tengah.

"Di Kasongan ini sudah tidak memungkinkan lagi kita mengambil tanah liat, karena sudah habis, tetapi angka PDRB (produk domestik regional bruto) dari sektor industri itu justru naik, ini menunjukkan bahwa sektor industri kerajinan di Bantul masih eksis dan tetap survive walaupun kita sudah kehabisan bahan baku," katanya.

BACA JUGA: Industri Gerabah Kasongan Bantul Butuh Regenerasi, Wapres Berharap Generasi Muda Tertarik

Bupati mengatakan, tidak hanya tanah liat untuk bahan baku industri kreatif kerajinan gerabah, bambu untuk mendukung sentra kerajinan bambu di Munthuk Dlingo itu juga harus mendatangkan dari daerah lain yang tersedia melimpah.

"Apalagi kulit untuk sentra Manding, itu kita enggak punya kulit, demikian juga mebel kayu, kita enggak punya kayu, sehingga Bantul ini benar-benar seperti ya kurang lebih seperti Jepangnya Indonesia, jadi tidak memiliki material," katanya.

Dia mengatakan, bahkan industri kreatif di Bantul juga memberdayakan masyarakat di wilayah pedesaan tersebut, seperti sentra gerabah Kasongan itu, hampir semua warga satu kampung bekerja pada di sektor kerajinan yang sama.

"Dan itu artinya ekosistemnya sudah jadi, ekosistem kerajinan gerabah Kasongan itu sudah jadi, dan terbukti mampu bertahan puluhan tahun bahkan mungkin ratusan tahun," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online