Grand Rohan Jogja Hadirkan Kembali Pameran Seni Lukis
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menerima penghargaan Anugerah Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Pendidikan Tinggi. Foto diambil beberapa waktu lalu./Istimewa-Pemkab Sleman.
SLEMAN—Kabupaten Sleman sukses meariah tiga penghargaan Merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Pendidikan Tinggi. Prestasi ini tak lepas dari program sekolah penggerak yang dikembangkan di Bumi Sembada.
Ketiga penghargaan ini meliputi penghargaan kategori Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan; kategori Transformasi Pengelolaan Pendidikan; dan Anugerah Merdeka Belajar Kategori Utama kepada Bupati Sleman.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana mengatakan ketiga penghargaan yang berhasil diraih tersebut tidak lepas dari komitmen Pemkab Sleman untuk mengembangkan Merdeka Belajar di Sleman melalui peran guru dan sekolah penggerak.
Dia mengakui sekolah dan guru penggerak merupakan program dari Pemerintah Pusat. Hanya saja, keberadannya belum bisa mengakomodasi di seluruh sarana prasarana Pendidikan di Sleman. Sebagai gambaran , untuk sekolah penggerak yang dibentuk Pemerintah Pusat baru menyasar ke 18 TK, sembilan SD dan 12 SMP. Jumlah ini masih jauh dari total layanan satuan Pendidikan di Kabupaten Sleman.
BACA JUGA : DPC Gerindra Bantul Belum Ajukan Rekomendasi Pasangan Haris, Ini Alasannya
Meski demikian, Ery tidak mempermasalahkan karena berkat komitmen kuat dari Pemkab untuk memajukan pendidikan serta program Merdeka belajar, maka dilakukan diseminasi. Oleh karena itu, semua sekolah di Sleman sudah menjadi sekolah penggerak.
Hal yang sama juga berlaku untuk guru penggerak. Pasalnya, melalui program diseminasi, maka guru-guru di Sleman juga telah menjadi guru penggerak melalui kegiatan Pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan pemkab. “Sekolah maupun guru penggerak menjadi pionir untuk guru maupun sekolah lain sehingga program Merdeka belajar bisa diterapkan di Sleman secara menyeluruh,” ucap dia.
Berkat program diseminasi Merdeka belajar di Kabupaten Sleman ini membuat mendapatkan tiga penghargaan dari Kementerian. Atas keberhasilan ini tak membuat dinas Pendidikan berpuas diri karena upaya peningkatan kualitas dan pemerataan Pendidikan terus dilakukan.
Untuk peningkatan dan pemerataan sudah menyiapkan berbagai program. Dari sisi infrastruktis sudah dialokasikan anggaran secara rutin untuk perbaikan atau melengkapi sarana prasarana pendukung yang dinilai masih kurang.
Adapun dari sisi kualitas Pendidikan, juga ada upaya memastikan anak bisa sekolah hingga 12 tahun. Bahkan juga ada upaya memberikan pelayanan beasiswa bagi anak-anak kurang mampu untuk melanjutkan ke bangku kuliah. “Lama pendidikan kami sudah 11,01 tahun dan ini terus coba ditingkatkan. Untuk anak putus sekolah, kami sudah memiliki tim untuk penanganan,” katanya.
Guna memastikan akan tetap bersekolah, juga ada program beasiswa bagi anak miskin yang bersumber dari APBD Sleman. “Program tidak hanya menyasar ke murid, tapi juga kompetensi guru juga terus ditingkatkan. Sebagai Gambaran untuk guru yang masuk guru penggerak sudah banyak menjadi kepala sekolah sehingga implementasi dari Merdeka belajar bisa lebih dioptimalkan,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, tiga penghargaan yang diraih dari Anugerah Merdeka Belajar merupakan bukti komitmen pemkab untuk memajukan Pendidikan di Sleman. “Penghargaan yang didapatkan Kabupaten Sleman ini tidak terlepas dari dukungan seluruh stakeholder khususnya Dinas Pendidikan,” kata Bupati.
Menurut dia, banyak program yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman seperti melalui Sembada Berbagi (Sembagi) dan Sembada Cerdas. Program ini merupakan sarana bagi guru dan sekolah untuk saling berbagi karya untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa berbasis teknologi informasi (website).
Di samping itu juga terdapat Sleman School Expo (SSE) yaitu sarana bagi warga sekolah untuk mendorong optimalisasi komunitas belajar (Kombel) guru dan mendukung aktualisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.