Kali Belakang Kantor Pemkab Gunungkidul Ditutup, Habiskan Rp1 Miliar
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman berkomitmen untuk menyukseskan penyelenggaraan Pilkada 2024. Selain memastikan tahapan berjalan lancar, juga ada rencana pengadaan logistik untuk pelaksanaan coblosan di 27 November 2024.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan, berbeda dengan penyelenggaraan Pemilu, untuk pilkada seluruh logistik akan menjadi tanggungan KPU di daerah. Pihaknya pun sudah menyiapkan rencana pengadaan logistic guna mendukung kelancaran saat coblosan.
Meski demikian, ia mengakui, prosesnya masih menunggu petunjuk teknis dari KPU RI berkaitan dengan logistic. “Kalau dilihat dari jadwalnya, pengadaan baru bisa dilakukan setelah adanya penetapan calon kepala daerah dan daftar pemilih tetap,” kata Baehaqi, Jumat (9/8/2024).
Adapun tahapan penyusunan daftar pemilih dan pencalonan masih belum selesai. Pasalnya, untuk daftar pemilih masih proses penyusunan daftar sementara. Sedangkan pencalonan, pendaftaran baru di akhir Agustus.
“Prosesnya masih panjang. Penetapan calon rencananya di 22 September dan daftar pemilih tetap ditetapkan 23 September,” katanya.
Menurut Baehaqi, pengadaan logistik menunggu penetapan calon dan DPT bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan menyangkut dengan kebutuhan surat suara hingga calon yang berpartisipasi dalam pilkada.
“Jadi memang harus menunggu tahapan pencalonan dan penetapan DPT terlebih dahulu, baru mengadakan logistic,” katanya.
BACA JUGA: Pilih Kustini, PKS Segera Keluar dari Koalisi Sleman Bersatu
Meski demikian, ia memastikan kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan logistic di pilkada. Selain surat suara, rencananya juga ada pengadaan berbagai macam formulir hingga kebutuhan alat coblos, kotak dan bilik suara.
“Untuk kotak suara, masing-masing TPS satu kotak. Sedangkan bilik suara ada empat unit di setiap TPS-nya,” katanya.
Anggota KPU Sleman Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Arif Setiyawan mengatakan, proses pemutakhiran data pemilih dimulai sejak 24 Juni hingga 25 Juli lalu. Total petugas yang mendatangi langsung ke rumah warga ada 3.000 orang.
“Proses pencocokan dan penelitian data pemilih di Sleman sudah selesai di pertengahan Juli lalu,” katanya.
Menurut dia, tahapan berikutnya adalah penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) secara berjenjang dengan mengacu pada hasil pemutakhiran data pemilih. “Besok rencananya kita tetapkan DPS. Tapi, untuk prosesnya masih panjang karena ada pencermatan ulang dan meminta masukan dari Masyarakat sebelum ditetapkan menjadi DPT,” kata Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Kebakaran rumah di Weru Sukoharjo menghanguskan bangunan dan isinya. Kerugian ditaksir Rp200 juta, termasuk uang dan perhiasan emas.
Indonesia meraih lima emas di Asian Games 2026 dan finis peringkat 16 dengan total 39 medali, melampaui target empat emas.
Eks pimpinan keselamatan OpenAI David Robinson mundur dan memperingatkan risiko keamanan AI serta pentingnya pengawasan independen.
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.
Prediksi Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK Jakarta.