Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul, Ini Hasil Rapat Pemkab dan Aparat
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Suasana pembukaan Natasha Regenerative Medicine guna mendukung Jogja sebagai kota wisata medis di Indonesia, Sabtu (10/8/2024) /Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja kian mengukuhkan diri sebagai Kota Wisata Kesehatan (Health Tourism). Terobosan baru pun dihadirkan untuk mendukung Jogja sebagai salah satu kota wisata medis di Indonesia, salah satunya adalah terapi sel punca atau stem cell.
Adalah Natasha Skin Clinic Center yang bekerja sama dengan Beverly Hills Institute of Surgery USA yang secara resmi menghadirkan Natasha Regenerative Medicine suatu terobosan terapi baru berbasis seluler yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km 5, Jogja.
Founder Natasha Skin Clinic Center, Fredi Setyawan mengatakan terapi stem cell menawarkan solusi terobosan untuk memulihkan sel-sel tubuh yang rusak akibat penyakit berat atau proses penuaan serta memberikan harapan baru bagi pasien untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.
“Kami memanfaatkan tekonologi regeneratif yang terbaru agar setiap orang dapat menua dengan kualitas hidup yang lebih baik dan lebih sehat," jelasnya, Sabtu (10/8/2024).
Natasha Regenerative Medicine dapat memberikan layanan terapi yang bersumber dari jaringan lemak pasien itu sendiri (autologous adipose/fat tissue) siap diluncurkan untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan degeneratif, autoimun, estetik serta kelainan lainnya.
“Perawatan ini merupakan terobosan dalam dunia medis, menggunakan sel-sel tubuh sendiri untuk meregenerasi dan meremajakan sel dan jaringannya sehingga memberikan hasil yang alami dan sehat,” ujarnya.
Adapun inovasi terapi ini dengan menggunakan stromal vascular fraction (SVF) yang diproses dari jaringan lemak yang diambil dari tubuh pasien, salah satu komponennya mengandung adipose-derived stem cells (ADSCs), sehingga dapat memicu regenerasi dan revitalisasi jaringan secara efektif.
“Sebagai pelopor pertama di Jogja yang mengembangan regenerative medicine dengan knowledge dan teknologi terbaru dari Amerika, kami percaya bahwa teknologi ini tidak hanya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, tapi juga menjadi tonggak penting dalam dunia kedokteran estetika dan regenerative,” imbuhnya.
GKR Hemas yang turut hadir dalam acara pembukaan Natasha Regenerative Medicine mengungkapkan apresiasinya atas kemajuan teknologi yang telah diberikan oleh Natasha bekerja sama dengan Beverly Hills Institute of Surgery USA itu.
Menurut Hemas inovasi ini akan dapat meningkatkan kualitas kedokteran. Ia pun berpesan agar Natasha dapat fokus pada bidang ini. Pasalnya ia menyebut, di setiap era, kedokteran akan memproduksi teknologi yang terbaru dan ini harus dikejar oleh Natasha.
“Saya bangga klinik ini berada di Jogja dan bisa menyehatkan masyarakat di Jogja. Kalau melihat komponen stem cell ini merupakan kebutuhan hidup yang dibutuhkan setiap orang.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.
GMS Bantul fokus lengkapi izin rumah ibadah usai polemik pembubaran ibadah di Sewon. Pemkab tegaskan larangan intimidasi dan dorong penyelesaian sesuai aturan.
MotoGP berencana terapkan aturan satu motor mulai 2027 demi efisiensi biaya. Simak dampaknya terhadap strategi balap dan nasib prosedur flag-to-flag.
Jadwal Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026 lengkap dengan daftar pemain diaspora dan lawan Grup A.