Jadwal KRL Solo-Jogja 25 Agustus 2026, Dari Palur Paling Awal Pukul 05.00 WIB
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Bakal calon kepala daerah, Sova Marwati saat ditemui, Sabtu (10/8/2024)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL--Bakal calon kepala daerah dari Partai Golkar Sova Marwati angkat bicara terkait dengan keinginannya bertarung pada Pilkada Bantul 2024.
Pemilik Janu Putra Grup tersebut mengungkapkan, selain karena perintah partai, dirinya juga melihat banyak potensi Kabupaten Bantul yang selama ini belum dioptimalkan oleh pemerintahan yang sekarang.
BACA JUGA: Maju Pilkada Gunungkidul, Sutrisna Wibawa Dapat Arahan Khusus dari AHY
"Saya memang pilih Bantul karena potensi di Bantul ini bisa dioptimalkan. Masih banyak potensi wisata, UMKM dan pembangunan bisa dioptimalkan," kata Sova, kepada awak media, Sabtu (10/8/2024).
Selain itu, Sova selama ini melihat, masih banyak yang harus dibenahi, utamanya dalam hal infrastruktur, kesehatan, pendididikan, pertanian dan sektor lainnya. Hal ini yang membuat Sova akhirnya memilih untuk maju pada Pilkada Bantul 2024.
Sova juga mengakui jika awalnya dirinya hendak maju pada Pilkada Klaten 2024. Namun, hal itu baru sebatas penjajakan. Kemudian partai memerintahkan kepada dirinya untuk maju sebagai bakal calon kepala daerah ke Kabupaten Bantul.
"Dan, saya juga ingin membangun Bantul lebih baik. Saya ingin memberikan kebermanfaatan bagi Bantul, tentunya nanti saya akan bersama-sama dengan koalisi untuk mewujudkannya," lanjutnya.
Terkait langkah yang telah dilakukan, Sova menyatakan dirinya telah melakukan komunikasi dengan partai dan telah mendapatkan surat tugas dari DPP Partai Golkar. Di mana, dalam surat tugas tersebut, Sova diperintahkan melakukan komunikasi politik, mencari pasangan dan partai koalisi.
"Soal posisi fleksibel [bisa bakal calon bupati, bisa bakal calon wakil bupati]," tandas Sova.
Tunggu Rekomendasi dari PDIP dan Golkar
Terkait kabar yang berkembang, jika dirinya akan menjadi bakal calon wakil bupati mendamping Joko Purnomo dari PDIP yang akan menjadi bakal calon bupati Bantul, Sova menyatakan, sampai saat ini dirinya belum bisa berkomentar banyak.
"Ya, nanti enggak tahu, dari PDIP ngeluarin nama siapa, ya," katanya.
Terkait dengan pemanggilan dirinya untuk mendapatkan rekomendasi partai, Sova mengaku hal itu dalam proses. Sejauh ini, Sova juga menyatakan terus melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik untuk mendukungnya. Selain itu, dirinya juga telah berkomunikasi dan bertemu dengan sejumlah organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah.
"Tinggal, rekomendasi nanti kami dibarengkan dengan PDIP. Yang jelas sebelum tanggal 27 Agustus 2024," terang Sova.
Siap Kolaborasi
Sova juga mengungkapkan, jika dirinya siap berkolaborasi jika nantinya mendampingi Joko Purnomo sebagai bakal calon wakil bupati Bantul. "Jadi nanti kami berkolaborasi. Saling bagi tugas dan melengkapi," ucap Sova.
Terkait kepastian kapan rekomendasi pasangan akan turun, Sova juga enggan banyak bicara. Ia memastikan jika komunikasi intens telah dilakukan dan perkembangan politik sampai saat ini masih dinamis. Ke depan, Sova juga mengaku jika dirinya ingin merangkul semua pihak untuk mewujudkan Bantul berkemajuan.
"Surat tugas sudah, rekomendasi pasangan saat ini dalam proses. Kan harus ada kesepakatan, dan sudah ada pembicaraan [dengan Joko Purnomo]," ucap Sova.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pakar UMY Susilo Nur Aji menilai desil DTSEN bukan label mutlak kesejahteraan dan perlu dievaluasi sesuai dinamika ekonomi keluarga.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Video pencopotan logo Bank Mandiri di gedung Jakarta viral di tengah polemik rekening Mas Botok yang mendapat sorotan publik.
Nezar Patria menyoroti tantangan AI dalam peradilan, terutama autentikasi bukti digital, sekaligus manfaatnya membantu administrasi kasus.