Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto / Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pengamat politik UGM Arya Budi menjelaskan ada dua hal pokok yang menurutnya jadi alasan pengunduran diri Airlangga Hartarto dari kursi Ketua Umum (Ketum) Golkar.
Padahal empat bulan lagi partai itu akan menggelar Musyawarah Nasional dan kepemimpinan Airlangga terbukti sukses membawa Golkar meraih penambahan kursi di Pileg 2024 lalu.
Arya menilai, faktor pertama yang menjadi alasan Airlangga Hartarto mundur ada di dalam video pernyataannya yang tersebar luas belum lama ini. Dalam video itu, Airlangga menyinggung soal soliditas Partai Golkar, sehingga dinamika organisasi internal menurut Arya jadi salah satu penyebab Menko Perekonomian RI itu melepas jabatannya.
"Dalam video pengunduran diri, kalau pakai semiotik itu sebenarnya ada dua variabel. Pertama Airlangga mengatakan sebelum mundur, dia bicara kesolidan partai Golkar, ini tentu variabel internal," jelasnya, Senin (12/8/2024).
Selanjutnya faktor yang kedua adalah pengaruh eksternal. Airlangga juga sempat menyinggung soal pemerintahan dan keberlanjutan, sehingga Arya menilai ada keterkaitan eksekutif dengan langkah yang diambil Airlangga itu. "Karena Airlangga menggunakan narasi berdasarkan, atau melihat dan seterusnya sebelum menyatakan mundur," ungkapnya.
Arya menambahkan, dua hal itu hanya berdasarkan analisisnya terhadap video pengunduran diri yang dirilis Airlangga. Namun alasan utamanya tentu hanya Airlangga dan elit yang berkepentingan yang tahu. Di sisi lain para petinggi, senior dan pengurus Golkar pun mengaku terkejut dengan aksi pengunduran diri Airlangga itu.
Di sisi lain, Arya menyebut mundurnya Airlangga juga membuktikan bahwa Golkar bukan partai patron seperti partai lainnya yang mengandalkan satu sosok saja. Kemudian ada pula isu soal tokoh Golkar yang berada di lingkaran kekuasaan Presiden Jokowi yang ikut serta dalam memberikan dinamika di dalam kepemimpinan partai.
"Tidak menutup kemungkinan beberapa kandidat yang sudah direkomendasikan di bawah Airlangga akan mengubah peta pencalonan juga di Pilkada. Implikasinya bisa kompleks," katanya.
Arya juga mengomentari soal sosok di luar Golkar yang kemungkinan bakal menggantikan posisi Airlangga sebagai Ketum baru. Hal itu menurut dia sulit terealisasi, sebab harus ada upaya merubah AD/ART partai dan mengkonsolidasikan berbagai faksi yang ada di tubuh Golkar saat ini agar semuanya satu suara.
"Kalau terjadi, kecil kemungkinannya meski mungkin harus mengkonsolidasikan seluruh faksi di Golkar, karena senior Golkar kan juga punya kepentingan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.