Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi ekspor impor (Freepik)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Realisasi ekspor Kulonprogo sampai dengan triwulan kedua 2024 tercatat sudah mencapai Rp106 miliar. Jumlah ini sudah hamper 50% dari target ekspor 2024, yakni sebanyak Rp220 miliar.
Kabid Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Endang Zulywanti, menjelaskan pada 2024 ini, Kulonprogo menargetkan nilai ekspor sebesar Rp220 miliar, meningkat Rp30 miliar dari tahun sebelumnya, yakni Rp190 miliar.
“Realisasinya sampai triwulan kedua, Rp106 miliar. Itu sampai akhir Juni kemaren. Jadi memang ekspor Kulonprogo terdiri dari delapan komoditas, ada arang briket, gula semut, wig, tractor, kerajinan furnitur, sarung tangan, panel bambu dan kerajinan anyaman serat alam,” ujarnya, Selasa (13/8/2024).
Dari kedelapan komoditas tersebut, komoditas yang paling banyak menyumbang pada nilai ekspor yakni wig dan gula serut. Untuk wig, negara tujuannya yakni di Amerika dan Korea. Sedangkan gula semut lebih banyak, yakni Amerika, Cili, Cina, Portugal, New Zeland, Swiss, Denmark, Australia, Kanada dan Peru.
Namun disayangkan belum semua Industri Kecil Menengah (IKM) ekspor di Kulonprogo menjalankan kegiatan ekspor sendiri, melainkan masih melibatkan pihak ketiga. Hal ini menyebabkan harga yang dipakai pun bukan harga ekspor. “Harga luar negeri belum optimal dinikmati oleh IKM Kulonprogo, karena sifatnya masih men-supply,” ungkapnya.
Maka pihaknya terus mendorong agar para IKM bisa menjalankan kegiatan ekspor secara mandiri, di samping mendorong penambahan pelaku ekspor. Salah satunya dilakukan dengan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) untuk IKM yang sudah melakukan ekspor maupun belum.
“Jadi di dalam materi bimtek ada kiat-kiat bagaimana mencari buyer potensial, bagaimana menyiapkan persyaratan dokumen apa saja yang diperlukan untuk ekspor. Kemudian bagaimana menentukan harga ekspor, bagaimana pengemasannya,” paparnya.
Ia melihat tren ekspor dalam beberapa tahun terakhir cukup bagus. Hal ini terbukti dari realisasi ekspor 2023 yang melampaui target, yakni mencapai Rp236 miliar. “Secara umum trennya bagus, namun untuk beberapa komoditas menurun,” katanya.
Komoditas yang trennya menurun yakni arang briket. Komoditas ini memiliki pasar besar di Timur Tengah. Kondisi geopolitik yang sedang memanas ditengarai menjadi penyebab. “Karena di sana masih ada konflik, jadi tidak stabil pasarnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal SIM Sleman Rabu 23 September 2026 tersedia di MPP Sleman. Cek lokasi, jam layanan, jenis SIM, dan syarat perpanjangan.
SIM Keliling Polda DIY Rabu 23 September 2026 hadir di Godean. Cek jadwal, syarat, biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 23 September 2026 tersedia di Alkid. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku HOMEPOWER di Kotabaru membahas pentingnya membangun kedekatan keluarga, budaya literasi, dan peran rumah sebagai sumber kekua
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.