GIPI DIY Sebut Peretasan Hotel Tidak Turunkan Minat Wisatawan

Anisatul Umah
Anisatul Umah Sabtu, 17 Agustus 2024 20:27 WIB
GIPI DIY Sebut Peretasan Hotel Tidak Turunkan Minat Wisatawan

Ilustrasi peretasan/Pixabay

Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut peretasan yang menimpa puluhan hotel di DIY tidak berdampak pada penurunan minat wisata. Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan hotel menjadi kebutuhan pokok tidak hanya bagi wisatawan, namun semua orang yang sedang keluar daerah.

Menurutnya kejadian ini menjadi pengingat bahwa keamanan dalam proses reservasi perlu dibicarakan bersama-sama. Seiring dengan perkembangan teknologi, akan banyak ditemui kelemahan-kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Sehingga harus selalu dilakukan update terkait dengan keamanan.

BACA JUGA : Kasus Pemalsuan Data Google Bisnis Milik Hotel di Indonesia, Ini Tanggapan Google

"Kalau dampak ke minat wisata saya pikir tidak," ucapnya, Sabtu (17/8/2024).

Bobby mengatakan tragedi seperti ini baru pertama kali terjadi. Penyelenggara bisnis harus menyiapkan diri, sebab hal semacam ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di negara lain.

GIPI DIY menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati. Sebelum reservasi dan melakukan pembayaran mengkonfirmasi ulang ke hotel yang akan dituju.  

"Data negara saja kemarin kebobolan, nah ini jadi reminder kita, dari sisi pemerintahan, industri dan bisnis," kata Bobby.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo mengatakan data terakhir hotel anggotanya yang melapor menjadi korban peretasan ada 54. Dia menyebut saat ini sudah aman terkendali tidak ada laporan lagi.

Ia menjelaskan dari google sudah memberikan arahan ke Badan Pengurus Pusat (BPP) PHRI terkait petunjuk penanganannya. Apa yang didapatkan dari BPP PHRI kemudian disampaikan ke anggotanya yang melapor tersebut.

"[korban transfer] gak ada di DIY alhamdulillah," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan kejadian ini tidak berdampak pada penurunan reservasi. Bulan Agustus, kata Deddy, sedang low season. Ia bersyukur karena masyarakat atau calon konsumen menjadi lebih waspada. "Melakukan kroscek ulang ke 0274 dan website resmi." 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online