1.812 Mahasiswa Baru Diterima di ISI Jogja Tahun Ini

Yosef Leon
Yosef Leon Selasa, 20 Agustus 2024 12:27 WIB
1.812 Mahasiswa Baru Diterima di ISI Jogja Tahun Ini

Suasana Sidang Senat Terbuka pada Selasa (20/8/2024) Dalam Rangka Penerimaan Mahasiswa Baru T.A 2024/2025 di Laboratorium Seni ISI Jogja. (Email)

Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya 1.812 mahasiswa baru dari 9.888 an peminat jenjang S1, S2 dan S3 diterima di kampus ISI Jogja pada tahun ajaran 2024/2025. Jumlah yang diterima ini naik dibandingkan tahun lalu dengan sebanyak 1.775 mahasiswa.

Prosesi penerimaan mahasiswa baru itu dilakukan dengan agenda rutin tahunan yakni Sidang Senat Terbuka pada Selasa (20/8/2024) Dalam Rangka Penerimaan Mahasiswa Baru T.A 2024/2025 di Laboratorium Seni ISI Jogja yang sekaligus diisi dengan kuliah umum. 

BACA JUGA: Biaya Hidup Mahasiswa di Jogja Melebihi UMP, Terjebak Lifestyle, Skincare dan iPhone

Rektor ISI Jogja Irwandi mengatakan, pada tahun ini pihaknya membuka kuota sebanyak 1.937 mahasiswa. Sementara yang diterima yakni 1984 mahasiswa dan setelah dilakukan registrasi hanya 1.812 mahsiswa yang mendaftar ulang. Mahasiswa itu terdiri dari 24 program studi dengan jenjang S1, S2 dan S3 pada program studi tata kelola seni. 

"Para mahsiswa itu diterima dari tiga jalur yakni SNBP 30 persen, SNBT 40 persen dan mandiri 30 persen," katanya. 

Menurut Irwandi, animo mahasiswa mendaftar di kampusnya masih sama dengan tahun lalu dengan rata-rata 9.000 an pendaftar. Sementara untuk peminat jalur mandiri ada sebanyak 2.000 orang. Pihaknya juga membuka kesempatan kepada mahasiswa dari jalur afirmasi daerah 3T untuk bisa mengakses pendidikan di kampus itu. 

"Untuk program studi favorit masih dipegang oleh DKV, film dan televisi serta fotografi," jelasnya. 

Irwandi menambahkan, untuk UKT tidak ada kenaikan yang signifikan pada tahun ini. Hanya saja pihaknya menambah satu level UKT agar prosesnya lebih berkeadilan. Tahun lalu mahasiswa mampu maksimal membayar UKT Rp3,5 juta sementara tahun ini disesuaikan maksimal Rp7,5 juta. 

Pihaknya berharap dengan tantangan dunia pendidikan dan industri seni yang semakin kompleks, mahasiswa bisa menyiapkan diri sebaik mungkin agar saat selesai menempuh pendidikan bisa berkarya di dunia industri. 

"Kami bersama Kemendikbud juga sudah merancang program agar mereka bisa memanfaatkan berbagai hal, karena belajar tidak hanya di kampus bisa di mana saja. Misalnya magang bersertifikat, proyek independen itu salah satu cara mereka dapat pengalaman lebih kaya," pungkasnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online